Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Rancangan Penelitian
Anda telah mengetahui apa yang dimaksud dengan proses berpikir dan apa yang dimaksud dengan penelitian serta bagaimana mekanisme suatu penelitian. Untuk memulai suatu penelitian, Anda telah mengetahui bahwa hal pertama yang dilakukan ialah menciptakan rancangan penelitian. Apa saja yang terdapat dalam rancangan penelitian tersebut? Di bawah ini, Anda akan mendapat uraiannya lebih lanjut.
Dalam rancangan penelitian, terdapat citra umum wacana penelitian itu sendiri. Umumnya, rancangan penelitian terdiri dari 6 potongan besar, yaitu latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, landasan teori atau tinjauan kepustakaan, hipotesis, dan metodologi penelitian.
Latar Belakang Masalah
Dalam potongan latar belakang masalah, peneliti harus mengemukakan alasan dipilihnya suatu persoalan atau topik yang akan dijadikan materi penelitian, yaitu mengapa persoalan itu perlu diteliti dan apa yang melatarbelakanginya. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, harus faktual pada potongan ini. Jawaban tersebut disertai pula dengan pemaparan alasan yang berpengaruh bagi dilakukannya suatu penelitian. Dalam latar belakang masalah, dikemukakan juga fakta-fakta sementara yang diperoleh peneliti dari pengamatan dan studi kepustakaannya. Beberapa andal menyebut acara ini sebagai acara prasurvey untuk memperkuat alasan seorang peneliti dalam mengambil sebuah topik permasalahan.
Alasan pemilihan persoalan tentu bemacam-macam tergantung pada tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tersebut. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih suatu persoalan ialah sejauh mana urgensi dan keuntungannya dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat. Selain aspek urgensi dan manfaat, peneliti juga mempertimbangkan aspek kepraktisannya, ibarat fakta dan data yang sanggup diperoleh, dana, dan tenaga. Hal-hal itu kemudian menjadi alasan bagi peneliti untuk mengajukan topik tersebut.
Dalam menciptakan latar belakang masalah, pertanyaan yang perlu ada dalam benak peneliti ialah "kenapa persoalan ini penting?" Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti akan memulainya dari sesuatu yang umum sampai pada alhasil menyempit pada titik permasalahan. Contohnya, peneliti ingin meneliti wacana pendidikan alternatif, maka peneliti akan memulai dari tingkat kemiskinan di Indonesia, kemudian menjelaskan HDI (Human Development Indeks) Indonesia, sampai pada alhasil masuk pada keterkaitan antara kemiskinan dengan pendidikan berupa rendahnya susukan pendidikan bagi masyarakat miskin. Ingat dalam menjelaskan jangan lupa data-data pendukung.
Perumusan Masalah
Sebuah permasalahan penelitian merupakan kelanjutan dari latar belakang masalah, tetapi penekanannya berbeda. Pada permasalahan penelitian, pertanyaan yang ingin diangkat ialah "Apa yang jadi permasalahan dalam tema ini?" Kembali ke pola yang ada di latar belakang persoalan wacana pendidikan alternatif maka dalam permasalahan peneliti akan memasukkan unsur-unsur yang sanggup menjadi tanggapan dari pertanyaan di atas. Peneliti sanggup memulainya dengan menjelaskan tugas pendidikan bagi masyarakat miskin untuk keluar dari bulat kemiskinan, kemudian masuk pada kendala masyarakat miskin dalam mengakses pendidikan. Terakhir, peneliti sanggup menjelaskan bahwa diharapkan sebuah solusi pendidikan berupa pendidikan alternatif yang bisa diakses oleh masyarakat miskin.
Jangan lupa untuk menambahkan data-data pendukung baik data statistik maupun data lainnya. Perlu diingat, bahwa permasalahan bukan dalam bentuk pertanyaan alasannya ialah pertanyaan penelitian akan masuk dalam subbab tersendiri.
Pertanyaan Penelitian
Setelah peneliti memaparkan permasalahan penelitiannya, maka dari permasalahan tersebut peneliti merancang pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian berfungsi untuk menjadi dasar dari penelitian yang akan dilakukan alasannya ialah pertanyaan penelitian ialah hal-hal yang ingin dijawab melalui penelitian ini. Selain itu, pertanyaan penelitian menjadi "rambu-rambu" dalam sebuah penelitian sehingga penelitian sanggup terfokus. Seorang peneliti sebaiknya merancang pertanyaan penelitian tidak lebih dari 3 buah pertanyaan.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Beberapa peneliti biasa menempatkan kedua hal ini dalam satu potongan yang sama. Namun, beberapa peneliti lain membedakan atau menyajikan dalam bagiannya sendiri-sendiri.
Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan rumusan persoalan dalam bentuk kalimat pernyataan.
Tujuan penelitian juga sangat berkaitan dengan kesimpulan. Bila persoalan penelitian merupakan hal yang dipertanyakan dan tujuan penelitian merupakan tanggapan yang ingin dicari, maka kesimpulan merupakan tanggapan yang diperoleh.
Manfaat penelitian
Manfaat penelitian merupakan kegunaan faktual dari hasil yang akan dicapai melalui sebuah penelitian. Misalnya, membantu pemerintah menemukan alternatif kebijakan yang lebih bagus. Selain bersifat praktis, manfaat penelitian juga bersifat teoretis. Misalnya, menambah khasanah pengetahuan.
Landasan Teori
Istilah landasan teori oleh beberapa peneliti disamakan dengan istilah tinjauan kepustakaan. Landasan teori merupakan telaah persoalan penelitian menurut teori-teori atau bacaan-bacaan. Landasan teori merupakan dasar teoretis bagi penulis untuk menjawab persoalan penelitian.
Agar mempunyai pengetahuan yang luas terhadap persoalan penelitian, seorang peneliti haruslah membaca aneka macam bacaan yang relevan dengan penelitian, mulai dari konsep-konsep wacana variabel penelitian sampai ke metodologi penelitian, ibarat jenis penelitian, teknik pengumpulan data, teknis analisis data, dan sebagainya. Bacaan-bacaan tersebut akan sangat membantu peneliti dalam melaksanakan penelitian dengan benar.
Beberapa jenis penelitian tidak memerlukan landasan teori yang kuat, ibarat jenis penelitian eksplorasi. Jenis penelitian ini membangun teori pada dikala pelaksanaan penelitian. Hal ini disebabkan lantaran penulis tidak mempunyai pengetahuan yang cukup wacana persoalan penelitian.
Pada potongan landasan penelitian, ada kalanya dimasukkan pula potongan definisi konsep dan definisi operasional. Maksudnya ialah semoga pembaca lebih memahami alur penelitian tersebut. Definisi konsep ialah definisi dari variabel-variabel yang ingin diteliti. Definisi operasional ialah operasionalisasi dari definisi konsep. Definisi operasional merupakan klasifikasi dari variabel-variabel yang ingin diteliti sehingga variabel tersebut sanggup diukur. Contohnya, penelitian wacana tingkat kedisiplinan siswa pria dan wanita di Jakarta.
Dalam rancangan penelitian, terdapat citra umum wacana penelitian itu sendiri. Umumnya, rancangan penelitian terdiri dari 6 potongan besar, yaitu latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, landasan teori atau tinjauan kepustakaan, hipotesis, dan metodologi penelitian.
Latar Belakang Masalah
Dalam potongan latar belakang masalah, peneliti harus mengemukakan alasan dipilihnya suatu persoalan atau topik yang akan dijadikan materi penelitian, yaitu mengapa persoalan itu perlu diteliti dan apa yang melatarbelakanginya. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, harus faktual pada potongan ini. Jawaban tersebut disertai pula dengan pemaparan alasan yang berpengaruh bagi dilakukannya suatu penelitian. Dalam latar belakang masalah, dikemukakan juga fakta-fakta sementara yang diperoleh peneliti dari pengamatan dan studi kepustakaannya. Beberapa andal menyebut acara ini sebagai acara prasurvey untuk memperkuat alasan seorang peneliti dalam mengambil sebuah topik permasalahan.
Alasan pemilihan persoalan tentu bemacam-macam tergantung pada tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tersebut. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih suatu persoalan ialah sejauh mana urgensi dan keuntungannya dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat. Selain aspek urgensi dan manfaat, peneliti juga mempertimbangkan aspek kepraktisannya, ibarat fakta dan data yang sanggup diperoleh, dana, dan tenaga. Hal-hal itu kemudian menjadi alasan bagi peneliti untuk mengajukan topik tersebut.
Dalam menciptakan latar belakang masalah, pertanyaan yang perlu ada dalam benak peneliti ialah "kenapa persoalan ini penting?" Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti akan memulainya dari sesuatu yang umum sampai pada alhasil menyempit pada titik permasalahan. Contohnya, peneliti ingin meneliti wacana pendidikan alternatif, maka peneliti akan memulai dari tingkat kemiskinan di Indonesia, kemudian menjelaskan HDI (Human Development Indeks) Indonesia, sampai pada alhasil masuk pada keterkaitan antara kemiskinan dengan pendidikan berupa rendahnya susukan pendidikan bagi masyarakat miskin. Ingat dalam menjelaskan jangan lupa data-data pendukung.
Perumusan Masalah
Sebuah permasalahan penelitian merupakan kelanjutan dari latar belakang masalah, tetapi penekanannya berbeda. Pada permasalahan penelitian, pertanyaan yang ingin diangkat ialah "Apa yang jadi permasalahan dalam tema ini?" Kembali ke pola yang ada di latar belakang persoalan wacana pendidikan alternatif maka dalam permasalahan peneliti akan memasukkan unsur-unsur yang sanggup menjadi tanggapan dari pertanyaan di atas. Peneliti sanggup memulainya dengan menjelaskan tugas pendidikan bagi masyarakat miskin untuk keluar dari bulat kemiskinan, kemudian masuk pada kendala masyarakat miskin dalam mengakses pendidikan. Terakhir, peneliti sanggup menjelaskan bahwa diharapkan sebuah solusi pendidikan berupa pendidikan alternatif yang bisa diakses oleh masyarakat miskin.
Jangan lupa untuk menambahkan data-data pendukung baik data statistik maupun data lainnya. Perlu diingat, bahwa permasalahan bukan dalam bentuk pertanyaan alasannya ialah pertanyaan penelitian akan masuk dalam subbab tersendiri.
Pertanyaan Penelitian
Setelah peneliti memaparkan permasalahan penelitiannya, maka dari permasalahan tersebut peneliti merancang pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian berfungsi untuk menjadi dasar dari penelitian yang akan dilakukan alasannya ialah pertanyaan penelitian ialah hal-hal yang ingin dijawab melalui penelitian ini. Selain itu, pertanyaan penelitian menjadi "rambu-rambu" dalam sebuah penelitian sehingga penelitian sanggup terfokus. Seorang peneliti sebaiknya merancang pertanyaan penelitian tidak lebih dari 3 buah pertanyaan.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Beberapa peneliti biasa menempatkan kedua hal ini dalam satu potongan yang sama. Namun, beberapa peneliti lain membedakan atau menyajikan dalam bagiannya sendiri-sendiri.
Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan rumusan persoalan dalam bentuk kalimat pernyataan.
Tujuan penelitian juga sangat berkaitan dengan kesimpulan. Bila persoalan penelitian merupakan hal yang dipertanyakan dan tujuan penelitian merupakan tanggapan yang ingin dicari, maka kesimpulan merupakan tanggapan yang diperoleh.
Manfaat penelitian
Manfaat penelitian merupakan kegunaan faktual dari hasil yang akan dicapai melalui sebuah penelitian. Misalnya, membantu pemerintah menemukan alternatif kebijakan yang lebih bagus. Selain bersifat praktis, manfaat penelitian juga bersifat teoretis. Misalnya, menambah khasanah pengetahuan.
Landasan Teori
Istilah landasan teori oleh beberapa peneliti disamakan dengan istilah tinjauan kepustakaan. Landasan teori merupakan telaah persoalan penelitian menurut teori-teori atau bacaan-bacaan. Landasan teori merupakan dasar teoretis bagi penulis untuk menjawab persoalan penelitian.
Agar mempunyai pengetahuan yang luas terhadap persoalan penelitian, seorang peneliti haruslah membaca aneka macam bacaan yang relevan dengan penelitian, mulai dari konsep-konsep wacana variabel penelitian sampai ke metodologi penelitian, ibarat jenis penelitian, teknik pengumpulan data, teknis analisis data, dan sebagainya. Bacaan-bacaan tersebut akan sangat membantu peneliti dalam melaksanakan penelitian dengan benar.
Beberapa jenis penelitian tidak memerlukan landasan teori yang kuat, ibarat jenis penelitian eksplorasi. Jenis penelitian ini membangun teori pada dikala pelaksanaan penelitian. Hal ini disebabkan lantaran penulis tidak mempunyai pengetahuan yang cukup wacana persoalan penelitian.
Pada potongan landasan penelitian, ada kalanya dimasukkan pula potongan definisi konsep dan definisi operasional. Maksudnya ialah semoga pembaca lebih memahami alur penelitian tersebut. Definisi konsep ialah definisi dari variabel-variabel yang ingin diteliti. Definisi operasional ialah operasionalisasi dari definisi konsep. Definisi operasional merupakan klasifikasi dari variabel-variabel yang ingin diteliti sehingga variabel tersebut sanggup diukur. Contohnya, penelitian wacana tingkat kedisiplinan siswa pria dan wanita di Jakarta.
Komentar
Posting Komentar