Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Tujuan Penentuan Dan Pengambilan Sampel Dalam Penelitian
Langkah selanjutnya yang Anda lakukan sesudah melaksanakan perumusan pertanyaan duduk perkara ialah menentukan sampel penelitian. Sampel penelitian tidak sanggup dilakukan secara sembarangan, tetapi harus sesuai dengan penelitian. Bagaimana cara pengambilan sampel? Melalui uraian berikut, hal itu akan dijelaskan.
Setelah duduk perkara penelitian berhasil dirumuskan dengan baik, langkah selanjutnya ialah menentukan sampel penelitian. Pengambilan sampel dilakukan alasannya sering mustahil melaksanakan pengamatan terhadap populasi yang sangat besar. Misalnya, pengamatan terhadap segenap warga Jakarta.
Hambatan lain dari pengamatan terhadap seluruh populasi tadi berupa rusak atau kacaunya pengaturan. Misalnya, mustahil peneliti merasakan semua manggis sebanyak satu gerobak yang akan diteliti, atau mustahil meneliti semua karung beras yang berjumlah ratusan banyaknya dalam satu gudang Dolog, alasannya hal ini niscaya akan mengacaukan pengaturan di gudang. Oleh alasannya itu, perlu diadakan pengambilan sampel dari satu populasi. Penelitian dengan memakai sampel disebut penelitian sampel.
Pengambilan sampel sanggup dilakukan secara acak dan tidak acak. Sampel yang diambil secara acak ialah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga semua individu mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian. Hasil dari sampel penelitian kemudian digeneralisasikan atau dibentuk kesimpulan sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi.
Tujuan Penentuan Sampel
Tujuan penentuan sampel ialah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati sebagian dari populasi saja. Suatu metode pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
1. Dapat menghasilkan citra yang sanggup mengemban amanah dari seluruh populasi yang diteliti.
2. Dapat menentukan presisi (perbedaan hasil yang didapat dari contoh/sampel) dari hasil penelitian dengan jalan penyimpangan baku dari data yang diperoleh.
3. Sederhana dan gampang dilaksanakan.
4. Dapat memperlihatkan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang serendah-rendahnya.
5. Merupakan penghematan yang positif dalam soal waktu, tenaga, dan biaya kalau dibandingkan dengan pencacahan lengkap.
Tujuan Pengambilan Sampel
Tujuan pengambilan sampel ialah sebagai berikut.
1. Mengadakan reduksi (pengurangan) terhadap kuantitas objek yang diteliti. Tidak semua populasi atau kejadian akan diteliti, tetapi hanya sebagian saja.
2. Mengadakan generalisasi terhadap hasil penelitian. Generalisasi di sini berarti menciptakan kesimpulan ringkas terhadap fenomena yang sangat banyak jumlahnya.
3. Menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi. Untuk itu, orang berusaha mengeliminasi ciri-ciri yang khas individual. Dalam bahasa bilangan, hal ini sanggup dinyatakan sebagai berikut. Setiap anggota populasi dianggap berbeda dari keadaan rata-rata populasi. Kondisi sebagian dari anggota populasi lebih kecil atau lebih besar dari harga rata-rata. Akan tetapi, kalau dilihat secara keseluruhan, sifat yang berbeda (yang khas dan yang individual) tadi tidak ditampakkan secara menonjol. Yang lebih dikemukakan ialah sifat-sifat umumnya. Dalam hal ini ialah harga rata-ratanya. Namun demikian, untuk menjaga biar ciri-ciri khas individual itu tidak banyak dihilangkan, perlu diusahakan jumlah sampel yang cukup besar.
Setelah duduk perkara penelitian berhasil dirumuskan dengan baik, langkah selanjutnya ialah menentukan sampel penelitian. Pengambilan sampel dilakukan alasannya sering mustahil melaksanakan pengamatan terhadap populasi yang sangat besar. Misalnya, pengamatan terhadap segenap warga Jakarta.
Hambatan lain dari pengamatan terhadap seluruh populasi tadi berupa rusak atau kacaunya pengaturan. Misalnya, mustahil peneliti merasakan semua manggis sebanyak satu gerobak yang akan diteliti, atau mustahil meneliti semua karung beras yang berjumlah ratusan banyaknya dalam satu gudang Dolog, alasannya hal ini niscaya akan mengacaukan pengaturan di gudang. Oleh alasannya itu, perlu diadakan pengambilan sampel dari satu populasi. Penelitian dengan memakai sampel disebut penelitian sampel.
Pengambilan sampel sanggup dilakukan secara acak dan tidak acak. Sampel yang diambil secara acak ialah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga semua individu mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel penelitian. Hasil dari sampel penelitian kemudian digeneralisasikan atau dibentuk kesimpulan sebagai sesuatu yang berlaku bagi populasi.
Tujuan Penentuan Sampel
Tujuan penentuan sampel ialah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati sebagian dari populasi saja. Suatu metode pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.
1. Dapat menghasilkan citra yang sanggup mengemban amanah dari seluruh populasi yang diteliti.
2. Dapat menentukan presisi (perbedaan hasil yang didapat dari contoh/sampel) dari hasil penelitian dengan jalan penyimpangan baku dari data yang diperoleh.
3. Sederhana dan gampang dilaksanakan.
4. Dapat memperlihatkan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya yang serendah-rendahnya.
5. Merupakan penghematan yang positif dalam soal waktu, tenaga, dan biaya kalau dibandingkan dengan pencacahan lengkap.
Tujuan Pengambilan Sampel
Tujuan pengambilan sampel ialah sebagai berikut.
1. Mengadakan reduksi (pengurangan) terhadap kuantitas objek yang diteliti. Tidak semua populasi atau kejadian akan diteliti, tetapi hanya sebagian saja.
2. Mengadakan generalisasi terhadap hasil penelitian. Generalisasi di sini berarti menciptakan kesimpulan ringkas terhadap fenomena yang sangat banyak jumlahnya.
3. Menonjolkan sifat-sifat umum dari populasi. Untuk itu, orang berusaha mengeliminasi ciri-ciri yang khas individual. Dalam bahasa bilangan, hal ini sanggup dinyatakan sebagai berikut. Setiap anggota populasi dianggap berbeda dari keadaan rata-rata populasi. Kondisi sebagian dari anggota populasi lebih kecil atau lebih besar dari harga rata-rata. Akan tetapi, kalau dilihat secara keseluruhan, sifat yang berbeda (yang khas dan yang individual) tadi tidak ditampakkan secara menonjol. Yang lebih dikemukakan ialah sifat-sifat umumnya. Dalam hal ini ialah harga rata-ratanya. Namun demikian, untuk menjaga biar ciri-ciri khas individual itu tidak banyak dihilangkan, perlu diusahakan jumlah sampel yang cukup besar.
Komentar
Posting Komentar