Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Sistem Ilmu Dan Pengetahuan
Secara sederhana, pengetahuan yaitu segala sesuatu yang diketahui insan wacana benda, sifat, keadaan dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, logika, atau kegiatan-kegiatan yang bersifat coba-coba (trial and error).
Setiap masyarakat niscaya membutuhkan pengetahuan wacana alam sekelilingnya dan sifat-sifat dari peralatan yang dipakainya. Setiap kebudayaan selalu memiliki suatu kompleks (himpunan) pengetahuan wacana alam, wacana segala tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan insan di sekitarnya, terutama yang berasal dari pengalaman-pengalaman masyarakatnya. Dengan pengetahuan tersebut, ia sanggup merancang cara-cara untuk mempertahankan atau melangsungkan hidupnya. Berikut ini sejumlah pengelompokan sistem pengetahuan masyarakat.
1. Pengetahuan wacana alam, yang mencakup pengetahuan wacana musim, atau gejala-gejala alam yang dikembangkan dari dongeng-dongeng atau mitos. Pengetahuan wacana alam sekitar, umumnya terbentuk untuk tujuan praktis, contohnya berburu dan menangkap ikan. Sebagai contoh, pengetahuan akan bulan gelap dan bulan terperinci (bulan purnama) pada masyarakat nelayan tradisional biasanya digunakan untuk memilih kapan harus melaut (menangkap ikan).
2. Pengetahuan wacana tumbuh-tumbuhan dan binatang di sekitarnya. Kelompok pengetahuan ini umumnya terbentuk untuk memenuhi kebutuhan insan terhadap bahan-bahan makanan dan perumahan. Mereka mengetahui tumbuh-tumbuhan apa saja yang sanggup dimakan, dibentuk rumah, atau dibentuk peralatan. Selain itu, pengetahuan wacana tumbuh-tumbuhan juga menjelma pengetahuan wacana obat-obatan.
3. Pengetahuan wacana badan manusia. Pengetahuan ini umumnya terbentuk sebagai perjuangan pengobatan banyak sekali penyakit.
4. Pengetahuan wacana sifat dan tingkah laris sesama manusia. Kelompok pengetahuan ini yang dikembangkan untuk mengatur pergaulan antarsesama insan dalam masyarakat. Mereka mengetahui apa yang baik dan dianjurkan oleh kebudayaannya, serta apa yang dihentikan dan diberi hukuman oleh masyarakat. Termasuk dalam hal ini yaitu pengetahuan wacana tanda-tanda tubuh, sopan-santun pergaulan, norma, dan hukum.
5. Pengetahuan wacana ruang dan waktu. Pengetahuan ini dikembangkan untuk banyak sekali keperluan, contohnya untuk menghitung, mengukur, menimbang, memilih jenjang periode (waktu), serta memilih penanggalan dan pengetahuan wacana alam semesta lainnya.
Setiap masyarakat niscaya membutuhkan pengetahuan wacana alam sekelilingnya dan sifat-sifat dari peralatan yang dipakainya. Setiap kebudayaan selalu memiliki suatu kompleks (himpunan) pengetahuan wacana alam, wacana segala tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan insan di sekitarnya, terutama yang berasal dari pengalaman-pengalaman masyarakatnya. Dengan pengetahuan tersebut, ia sanggup merancang cara-cara untuk mempertahankan atau melangsungkan hidupnya. Berikut ini sejumlah pengelompokan sistem pengetahuan masyarakat.
1. Pengetahuan wacana alam, yang mencakup pengetahuan wacana musim, atau gejala-gejala alam yang dikembangkan dari dongeng-dongeng atau mitos. Pengetahuan wacana alam sekitar, umumnya terbentuk untuk tujuan praktis, contohnya berburu dan menangkap ikan. Sebagai contoh, pengetahuan akan bulan gelap dan bulan terperinci (bulan purnama) pada masyarakat nelayan tradisional biasanya digunakan untuk memilih kapan harus melaut (menangkap ikan).
2. Pengetahuan wacana tumbuh-tumbuhan dan binatang di sekitarnya. Kelompok pengetahuan ini umumnya terbentuk untuk memenuhi kebutuhan insan terhadap bahan-bahan makanan dan perumahan. Mereka mengetahui tumbuh-tumbuhan apa saja yang sanggup dimakan, dibentuk rumah, atau dibentuk peralatan. Selain itu, pengetahuan wacana tumbuh-tumbuhan juga menjelma pengetahuan wacana obat-obatan.
3. Pengetahuan wacana badan manusia. Pengetahuan ini umumnya terbentuk sebagai perjuangan pengobatan banyak sekali penyakit.
4. Pengetahuan wacana sifat dan tingkah laris sesama manusia. Kelompok pengetahuan ini yang dikembangkan untuk mengatur pergaulan antarsesama insan dalam masyarakat. Mereka mengetahui apa yang baik dan dianjurkan oleh kebudayaannya, serta apa yang dihentikan dan diberi hukuman oleh masyarakat. Termasuk dalam hal ini yaitu pengetahuan wacana tanda-tanda tubuh, sopan-santun pergaulan, norma, dan hukum.
5. Pengetahuan wacana ruang dan waktu. Pengetahuan ini dikembangkan untuk banyak sekali keperluan, contohnya untuk menghitung, mengukur, menimbang, memilih jenjang periode (waktu), serta memilih penanggalan dan pengetahuan wacana alam semesta lainnya.
Komentar
Posting Komentar