Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Kelainan Pada Mata Dan Cara Perawatan Mata
Kelainan pada Mata
a. Rabun Jauh (Miopi)
Orang yang menderita rabun jauh tidak sanggup melihat suatu benda dengan terperinci apabila jaraknya jauh. Penyebabnya yaitu lensa mata terlalu pipih. Pada mata orang yang menderita rabun jauh, bayangan benda jatuh di depan retina. Orang tersebut harus ditolong dengan kacamata yang berlensa cekung (negatif) biar bayangan benda jatuh sempurna pada retina.
b. Rabun Dekat (Hipermetropi)
Penderita rabun akrab tidak sanggup melihat benda kecil di dekatnya, contohnya tidak sanggup membaca aksara kecil di koran dari dekat. Pada mata orang yang menderita rabun dekat, bayangan benda jatuh di belakang retina. Supaya bayangan jatuh sempurna pada retina, maka penderita harus dibantu dengan kacamata berlensa cembung (positif).
c. Rabun Tua (Presbiopi)
Orang yang sudah berusia lanjut kemampuan akomodasinya sangat lemah, karenanya tidak sanggup melihat benda yang letaknya jauh ataupun dekat. Penderita sanggup ditolong dengan menggunakan beling mata berlensa rangkap, yaitu lensa nyata untuk penglihatan akrab dan lensa negatif untuk penglihatan jauh.
d. Rabun Senja (Hemerolopi)
Penderita rabun senja tidak sanggup melihat benda dengan terperinci pada waktu senja hari. Hal ini disebabkan kekurangan vitamin A.
e. Buta Warna
Buta warna merupakan kelainan pada mata lantaran ketidakmampuan membedakan warna-warna tertentu, contohnya merah, kuning, hijau, dan biru. Cacat mata ini termasuk kelainan yang bersifat menurun.
Cara Perawatan Mata
Agar mata kita tetap sehat, maka kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. membiasakan makan makanan yang mengandung vitamin A, contohnya sayur-sayuran dan buah-buahan;
b. jangan membaca dengan penerangan yang terlalu redup dan terlalu terang;
c. pada waktu membaca diusahakan jarak goresan pena dengan mata sekitar 30 cm;
d. jangan membaca buku dan menonton televisi sambil berbaring;
e. hindarkan mata dari kotoran atau debu dengan cara, contohnya menggunakan beling mata, jikalau berada di kawasan yang berdebu;
f. pada ketika menonton televisi, jarak badan dengan televisi minimal lima kali panjang diagonal televisi.
a. Rabun Jauh (Miopi)
Orang yang menderita rabun jauh tidak sanggup melihat suatu benda dengan terperinci apabila jaraknya jauh. Penyebabnya yaitu lensa mata terlalu pipih. Pada mata orang yang menderita rabun jauh, bayangan benda jatuh di depan retina. Orang tersebut harus ditolong dengan kacamata yang berlensa cekung (negatif) biar bayangan benda jatuh sempurna pada retina.
b. Rabun Dekat (Hipermetropi)
Penderita rabun akrab tidak sanggup melihat benda kecil di dekatnya, contohnya tidak sanggup membaca aksara kecil di koran dari dekat. Pada mata orang yang menderita rabun dekat, bayangan benda jatuh di belakang retina. Supaya bayangan jatuh sempurna pada retina, maka penderita harus dibantu dengan kacamata berlensa cembung (positif).
c. Rabun Tua (Presbiopi)
Orang yang sudah berusia lanjut kemampuan akomodasinya sangat lemah, karenanya tidak sanggup melihat benda yang letaknya jauh ataupun dekat. Penderita sanggup ditolong dengan menggunakan beling mata berlensa rangkap, yaitu lensa nyata untuk penglihatan akrab dan lensa negatif untuk penglihatan jauh.
d. Rabun Senja (Hemerolopi)
Penderita rabun senja tidak sanggup melihat benda dengan terperinci pada waktu senja hari. Hal ini disebabkan kekurangan vitamin A.
e. Buta Warna
Buta warna merupakan kelainan pada mata lantaran ketidakmampuan membedakan warna-warna tertentu, contohnya merah, kuning, hijau, dan biru. Cacat mata ini termasuk kelainan yang bersifat menurun.
Cara Perawatan Mata
Agar mata kita tetap sehat, maka kita harus menjaga dan merawatnya dengan baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. membiasakan makan makanan yang mengandung vitamin A, contohnya sayur-sayuran dan buah-buahan;
b. jangan membaca dengan penerangan yang terlalu redup dan terlalu terang;
c. pada waktu membaca diusahakan jarak goresan pena dengan mata sekitar 30 cm;
d. jangan membaca buku dan menonton televisi sambil berbaring;
e. hindarkan mata dari kotoran atau debu dengan cara, contohnya menggunakan beling mata, jikalau berada di kawasan yang berdebu;
f. pada ketika menonton televisi, jarak badan dengan televisi minimal lima kali panjang diagonal televisi.
Komentar
Posting Komentar