Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Sifat Kebudayaan
Secara umum, sifat-sifat kebudayaan yaitu sebagai berikut.
1. Kebudayaan bersifat universal, akan tetapi perwujudan kebudayaan mempunyai ciri-ciri khusus yang sesuai dengan situasi maupun lokasinya. Masyarakat dan kebudayaan yaitu dwitunggal yang tidak sanggup dipisahkan. Hal ini mengakibatkan setiap masyarakat niscaya mempunyai kebudayaan. Jadi, kebudayaan bersifat universal, yakni sebagai atribut setiap masyarakat di dunia ini. Namun demikian, setiap kebudayaan mempunyai ciri-ciri khusus menurut latar belakang atau pengalaman-pengalamannya. Contoh, Ahmad dari Indonesia dan James dari Inggris sama-sama mempunyai kebudayaan (bersifat universal). Namun, Ahmad mempunyai pola sikap untuk mendapatkan sesuatu selalu dengan memakai tangan kanan. Sementara James mempunyai pola sikap untuk mendapatkan sesuatu dengan memakai asisten atau kiri (ciri khusus kebudayaan).
2. Kebudayaan bersifat stabil dan dinamis. Setiap kebudayaan niscaya mengalami perubahan atau perkembangan, walaupun kecil dan seringkali tidak dirasakan oleh anggota-anggotanya. Coba perhatikan corak pakaian pada potret nenek Anda ketika masih muda, kemudian bandingkan dengan corak pakaian Anda dikala ini! Tentu berbeda. Itulah teladan kecil perubahan dalam masyarakat. Umumnya, unsur kebendaan menyerupai teknologi lebih terbuka untuk sebuah proses perubahan, dibandingkan dengan unsur rohani menyerupai moral dan agama.
3. Kebudayaan cenderung mengisi dan memilih jalannya kehidupan insan walaupun jarang disadari oleh insan itu sendiri. Kebudayaan merupakan atribut manusia. Namun, mustahil seseorang mengetahui dan meyakini seluruh unsur kebudayaannya. Betapa sulit bagi seseorang untuk mengetahui seluruh unsur-unsur kebudayaan yang didukung oleh masyarakat. Sebagai contoh, jarang kita temukan orang yang berasal dari Indonesia contohnya yang mengetahui unsur-unsur kebudayaan Indonesia sampai sekecil-kecilnya. Padahal kebudayaan tersebut memilih arah serta perjalanan hidupnya.
1. Kebudayaan bersifat universal, akan tetapi perwujudan kebudayaan mempunyai ciri-ciri khusus yang sesuai dengan situasi maupun lokasinya. Masyarakat dan kebudayaan yaitu dwitunggal yang tidak sanggup dipisahkan. Hal ini mengakibatkan setiap masyarakat niscaya mempunyai kebudayaan. Jadi, kebudayaan bersifat universal, yakni sebagai atribut setiap masyarakat di dunia ini. Namun demikian, setiap kebudayaan mempunyai ciri-ciri khusus menurut latar belakang atau pengalaman-pengalamannya. Contoh, Ahmad dari Indonesia dan James dari Inggris sama-sama mempunyai kebudayaan (bersifat universal). Namun, Ahmad mempunyai pola sikap untuk mendapatkan sesuatu selalu dengan memakai tangan kanan. Sementara James mempunyai pola sikap untuk mendapatkan sesuatu dengan memakai asisten atau kiri (ciri khusus kebudayaan).
2. Kebudayaan bersifat stabil dan dinamis. Setiap kebudayaan niscaya mengalami perubahan atau perkembangan, walaupun kecil dan seringkali tidak dirasakan oleh anggota-anggotanya. Coba perhatikan corak pakaian pada potret nenek Anda ketika masih muda, kemudian bandingkan dengan corak pakaian Anda dikala ini! Tentu berbeda. Itulah teladan kecil perubahan dalam masyarakat. Umumnya, unsur kebendaan menyerupai teknologi lebih terbuka untuk sebuah proses perubahan, dibandingkan dengan unsur rohani menyerupai moral dan agama.
3. Kebudayaan cenderung mengisi dan memilih jalannya kehidupan insan walaupun jarang disadari oleh insan itu sendiri. Kebudayaan merupakan atribut manusia. Namun, mustahil seseorang mengetahui dan meyakini seluruh unsur kebudayaannya. Betapa sulit bagi seseorang untuk mengetahui seluruh unsur-unsur kebudayaan yang didukung oleh masyarakat. Sebagai contoh, jarang kita temukan orang yang berasal dari Indonesia contohnya yang mengetahui unsur-unsur kebudayaan Indonesia sampai sekecil-kecilnya. Padahal kebudayaan tersebut memilih arah serta perjalanan hidupnya.
Komentar
Posting Komentar