Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Bentuk Sosialisasi
Sosialisasi sanggup kita bagi dalam dua bentuk, yakni sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Light, Keller, dan Callhoun mengemukakan bahwa sehabis seseorang mendapat sosialisasi dini yang dinamakannya sosialisasi primer (prinzary socialization), maka selanjutnya dia akan mendapat sosialisasi sekunder (secondary sociallzation).
1. Sosialisasi primer yaitu sosialisasi pada tahap-tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia. Berger dan Luckman menjelaskan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil, di mana dia mencar ilmu menjadi anggota masyarakat. Hal itu dipelajarinya dalam keluarga. Sosialisasi primer akan mempengaruhi seorang anak untuk sanggup membedakan dirinya dengan orang lain yang berada di sekitarnya, ibarat ayah, ibu, kakak, dan adik.
2. Sosialisasi sekunder yaitu proses berikutnya yang memperkenalkan individu ke dalam lingkungan di luar keluarganya, ibarat sekolah, lingkungan bermain, dan lingkungan kerja.
Dalam proses sosialisasi sekunder sering dijumpai dalam masyarakat sebuah proses resosialisasi atau proses penyosialisasian ulang. Proses ini tedadi apabila sesuatu yang telah disosialisasikan dalam tahap sosialisasi primer berbeda dengan yang dilakukan dalam sosialisasi sekunder. Proses resosialisasi didahului dengan proses desosialisasi atau proses pencabutan dari apa yang telah dimiliki oleh individu ibarat nilai dan norma. Goffman melihat bahwa insiden resosialisasi dan desosialisasi terjadi dalam sebuah bentuk total institusi. Proses resosialisasi sanggup dilihat saat seorang murid dari Sekolah Menengah Pertama ke SMA, mereka mengalami proses resosialisasi yang didahului oleh desosialisasi hal itu dilakukan dengan simbol mengganti pakaian putih biru menjadi putih abu-abu, serta melalui proses awal masuk di mana teman-teman senior maupun guru menjelaskan wacana peraturan di sekolah yang berbeda dengan peraturan di sekolah sebelumnya.
1. Sosialisasi primer yaitu sosialisasi pada tahap-tahap awal kehidupan seseorang sebagai manusia. Berger dan Luckman menjelaskan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil, di mana dia mencar ilmu menjadi anggota masyarakat. Hal itu dipelajarinya dalam keluarga. Sosialisasi primer akan mempengaruhi seorang anak untuk sanggup membedakan dirinya dengan orang lain yang berada di sekitarnya, ibarat ayah, ibu, kakak, dan adik.
2. Sosialisasi sekunder yaitu proses berikutnya yang memperkenalkan individu ke dalam lingkungan di luar keluarganya, ibarat sekolah, lingkungan bermain, dan lingkungan kerja.
Dalam proses sosialisasi sekunder sering dijumpai dalam masyarakat sebuah proses resosialisasi atau proses penyosialisasian ulang. Proses ini tedadi apabila sesuatu yang telah disosialisasikan dalam tahap sosialisasi primer berbeda dengan yang dilakukan dalam sosialisasi sekunder. Proses resosialisasi didahului dengan proses desosialisasi atau proses pencabutan dari apa yang telah dimiliki oleh individu ibarat nilai dan norma. Goffman melihat bahwa insiden resosialisasi dan desosialisasi terjadi dalam sebuah bentuk total institusi. Proses resosialisasi sanggup dilihat saat seorang murid dari Sekolah Menengah Pertama ke SMA, mereka mengalami proses resosialisasi yang didahului oleh desosialisasi hal itu dilakukan dengan simbol mengganti pakaian putih biru menjadi putih abu-abu, serta melalui proses awal masuk di mana teman-teman senior maupun guru menjelaskan wacana peraturan di sekolah yang berbeda dengan peraturan di sekolah sebelumnya.
Komentar
Posting Komentar