Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Sistem Iman (Religi)

Dalam menghadapi lingkungannya, insan kadang merasa bahwa kemampuannya sangat terbatas. Karena itu, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini. Manusia menyakini bahwa penguasa itu pulalah yang mengendalikan manusia. Keyakinan itu kemudian diformulasikan dalam serangkaian sikap dan tata cara bekerjasama dengan penguasa tertinggi tersebut. Manusia juga kemudian membuatkan sistem nilai dan norma yang bekerjasama dengan dosa dan tabu. Pelanggaran terhadap nilai dan norma itu diyakini akan menjadikan angkara marah dari sang penguasa. Keyakinan, perilaku, tata cara, sistem nilai, dan norma yang disebut sistem kepercayaan.

Seorang sosiolog berjulukan Edward Burnett Taylor telah meneliti wacana asal mula munculnya religi atau sistem kepercayaan. Menurutnya, tumbuhnya religi dimulai dari kesadaran insan akan adanya roh yang tidak konkret di alam ini, terutama roh dari orang-orang yang telah meninggal. Untuk aneka macam keperluan, insan kemudian mulai memuja roh-roh tersebut alasannya yaitu mereka yakin bahwa roh-roh tersebut sanggup menghipnotis kehidupan manusia. Dari sinilah kemudian berkembang kepercayaan animisme yang sisa-sisanya masih banyak kita jumpai pada suku-suku bangsa di Indonesia sampai sekarang.

Ahli lain berjulukan R. Marett mengemukakan bahwa insan paling purba pun telah mengenal religi. Dalam tingkat religi yang sederhana, insan pada masa kemudian menganggap bahwa pada benda-benda atau gejala-gejala alam yang luar biasa terdapat kesaktian. Kepercayaan yang dianggap mendahului kepercayaan animisme ini disebut pra-animisme. Istilah lainnya yaitu dinamisme, yaitu suatu kepercayaan bahwa benda-benda tertentu di alam semesta ini mengandung kekuatan gaib. Istilah antropologi untuk kepercayaan semacam itu yaitu mana, sehingga kepercayaan ini sering juga disebut manaisme.

Robertson Smith mengemukakan bahwa religi tertua dari umat insan yaitu pemujaan terhadap totem. Totemisme yaitu suatu kepercayaan bahwa insan diri merupakan keturunan dari suatu jenis hewan atau flora tertentu. Dengan kepercayaan ini, mereka memuja hewan atau tumbuh-tumbuhan serta membangun tiang totem sebagai sentra pemujaan.

Sementara itu, Emile Durkheim mengemukakan bahwa religi muncul dari sentimen kemasyarakatan. Rasa atau emosi keagamaan timbul dalam batin insan sebagai akhir adanya sentimen kemasyarakatan.

Wujud dari sentimen kemasyarakatan ini sanggup berupa rasa cinta, rasa bakti, dan rasa terikat. Sentimen ini muncul alasannya yaitu adanya suatu perasaan pada setiap anggota masyarakat bahwa kehidupan tiap individu dipengaruhi anggapan yang bersifat kolektif.

Sentimen kemasyarakatan yang menjadikan emosi keagamaan tersebut harus selalu dikobarkan. Untuk itu, dibutuhkan suatu objek yang bersifat sakral sebagai sentra upacara kemasyarakatan. Objek tersebut yaitu totem.

Dalam suku-suku bangsa Indonesia ketika ini, sistem kepercayaan sangat dipengaruhi oleh kehadiran agama-agama besar, yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Buddha. Namun demikian, pada beberapa suku bangsa, kepercayaan orisinil (animisme dan dinamisme) masih hidup dan berkembang.

Dari keseluruhan uraian wacana unsur-unsur kebudayaan di atas, terlihat bahwa unsur-unsur kebudayaan tersebut tidaklah berdiri sendiri. Setiap unsur mempunyai keterkaitan atau korelasi satu sama lainnya. Sebagai contoh, dalam sistem mata pencaharian bertani suku bangsa Manggarai di Flores, terdapat tanah pertanian yang disebut Linqko. Lingko dibagi kepada seluruh anggota masyarakat (klen) dengan sistem yang disebut lodok (sistem kekerabatan). Setelah terbagi, masing-masing anggota mengolah tanahnya sendiri dengan aneka macam peralatan dan teknologi. Pada ketika panen, terdapat upacara yang disebut Penti. Upacara ini yaitu upacara mengucap syukur kepada penguasa alam semesta yang telah menunjukkan berkat kepada mereka berupa hasil panen yang melimpah. Biasanya, dalam upacara itu, masyarakat akan menari dan melantunkan sejumlah lagu (kesenian). Seluruh anggota klen diundang dalam program tersebut.

Komentar