Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Hubungan Antara Keteraturan Sosial Dan Interaksi Sosial

Kita telah mempelajari bahwa dalam interaksi sosial terjadi kontak dan komunikasi antara seorang individu dan individu lain, individu dan kelompok, individu dan masyarakat, kelompok dan kelompok, atau kelompok dan masyarakat. Dari kontak dan komunikasi ini sanggup menghasilkan keteraturan sosial namun tidak jarang juga menghasilkan konflik sosial. Keteraturan sosial dicapai bila dalam interaksi sosial, setiap individu melakukan hak dan kewajibannya sesuai dengan tugas yang dimilikinya. Setiap individu melakukan kiprahnya sesuai nilai dan norma yang dianut masyarakatnya. Dengan kata lain, masyarakat yang teratur hanya sanggup dicapai bila setiap individu melakukan kewajibannya kepada orang lain dan mendapatkan haknya dari orang lain. Sebaliknya, konflik sosial akan terjadi bila individu tidak melakukan hak dan kewajibannya kepada orang lain. Singkatnya, ia tidak berperilaku sesuai nilai dan norma masyarakat.

Berkembangnya keteraturan sosial tidak akan terjadi dengan sendirinya. Keteraturan itu harus diusahakan oleh setiap warga. Keteraturan sosial merupakan kekerabatan yang selaras dan harmonis antara interaksi sosial, nilai sosial, dan norma sosial. Artinya, hak dan kewajiban direalisasikan dengan nilai dan norma atau tata hukum yang berlaku. Begitu pentingnya keteraturan dan ketertiban dalam masyarakat sehingga beberapa kawasan di Indonesia membuat slogan atau motto yang pada dasarnya mengedepankan kehidupan yang tertib. Sebagai contoh, kota Jakarta mempunyai motto Jakarta Teguh Beriman, Yogyakarta mempunyai motto Yogyakarta Berhati Nyaman. Bagaimana dengan motto di kawasan Anda dan apa artinya?

Namun demikian, keteraturan sosial tidaklah berarti kestatisan sebab masyarakat pada dasarnya tidaklah statis. Masyarakat membutuhkan perubahan semoga sanggup maju. Untuk itu, dibutuhkan nilai, norma atau hukum yang sanggup mengendalikan perubahan tersebut. Dengan demikian, perubahan yang terjadi tidak akan mengarah kepada kekacauan tetapi keteraturan gres atau kemajuan.

Menurut proses terbentuknya, keteraturan sosial terjadi melalui tahap-tahap berikut.
1. Tertib sosial (social order)yaitu kondisi kehidupan suatu masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur di mana setiap individu bertindak sesuai hak dan kewajibannya. Misalnya, kehidupan suatu masyarakat desa sanggup tenang, aman, dan tenteram sebab semua warganya bertindak sesuai dengan status dan peranannya.

2. Order ialah sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui, dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Contoh, etika istiadat yang dijadikan sebagai anutan dalam kehidupan warganya, peraturan-peraturan yang menjadi anutan tertib sekolah, dan peraturan yang ada dalam lingkungan RT atau RW. Order sanggup dicapai apabila ada tertib sosial di mana setiap individu melakukan hak dan kewajibannya.

3. Keajegan ialah suatu kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah sebagai hasil dari kekerabatan antara tindakan, nilai, dan norma sosial yang berlangsung secara terus menerus. Keajegan sanggup terwujud bila setiap individu telah melakukan hak dan kewajibannya sesuai sistem norma dan nilai sosial yang berkembang. Hal itu dilaksanakan dengan konsisten sehingga terpelihara dalam tindakannya setiap hari.

4. Pola ialah corak kekerabatan yang tetap atau ajeg dalam interaksi sosial yang dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok. Pola sanggup dicapai saat keajegan tetap terpelihara atau teruji dalam banyak sekali situasi. Sebagai contoh, dalam menuntaskan beberapa persoalan, masyarakat sebuah desa menggunakan cara bermusyawarah. Ternyata cara ini sanggup menuntaskan persoalan-persoalan tersebut. Karena sudah teruji, maka masyarakat desa tersebut menggunakan cara yang sama, ialah musyawarah sebagai pola untuk menuntaskan setiap problem yang terjadi di desa tersebut.

Komentar