Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Penyebaran Awal Agama Islam
Penyebaran awal Agama Islam tidak terlepas dari peranan kaum pedagang Muslim. Di samping mencari keuntungan, para pedagang itu juga mempunyai harapan untuk mengabdi pada agama dengan mengajak orang untuk memeluk Islam. Motif perblasan agama ini benar-benar murni, walaupun ada segi praktisnya, yaitu kaum pribumi yang bersedia masuk Islam menjadi lebih gampang diajak bekerja sama.
Pada mulanya proses penyebaran agama tersebut terbatas pada ijab kabul antara para pedagang Muslim dan putri raja atau belum dewasa kaum aristokrat pribumi. Pernikahan ini membentuk ikatan kekerabatan di antara kedua belah pihak. Agama lslam kemudian berkembang di dalam lingkungan tersebut. Pada gilirannya, menyerupai yang umum berlaku pada dikala itu, apabila para raja dan aristokrat memeluk suatu agama maka rakyatnya pun akan mengikutinya. Contoh dari acara penyebaran Islam menyerupai ini adalah ijab kabul antara Raja Brawijaya dari Puteri Jeumpa yang menurunkan Raden Patah.
Para pedagang Muslim sudah usang berada di kepulauan Nusantara, tetapi gres pada era ke-13 Agama Islam memperoleh banyak penganut. Beberapa sejarawan menyatakan bahwa para hebat Sufi mulai muncul di Nusantara pada masa itu. Masyarakat Nusantara ketika itu telah mempunyai dasar-dasar pedoman kebatinan sehingga kehadiran para hebat Sufi yang berpandangan gaib itu memperoleh sambutan baik di kalangan penduduk pribumi daripada bentuk Islam yang lebih keras dan lebih ketat, yang diperkenalkan sebelumnya.
Dalam perkembangannya, Agama Islam disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubaligh. Para lulusannya kemudian menjadi kader ulama maupun guru agama yang membuatkan Islam sampai ke pelosok daerah.
Beberapa ulama membuatkan Islam melalui kegiatan seni yang di dalamnya terkandung nilai-nilai agama itu. Cabang seni yang besar lengan berkuasa dalam proses Islamisasi, yaitu arsitektur, seni pahat, seni ukir, seni tari, dan seni pertunjukan wayang. Sunan Kalijaga adalah wali yang memakai seni sebagai media penyebaran agama.
Proses Islamisasi di Indonesia kemudian berkembang pesat. Faktor yang menghipnotis adalah keruntuhan Majapahit dan berkembangnya Malaka. Perkembangan Islam ini ditandai dengan berdirinya kesultanan-kesultanan Islam di Indonesia.
Pada mulanya proses penyebaran agama tersebut terbatas pada ijab kabul antara para pedagang Muslim dan putri raja atau belum dewasa kaum aristokrat pribumi. Pernikahan ini membentuk ikatan kekerabatan di antara kedua belah pihak. Agama lslam kemudian berkembang di dalam lingkungan tersebut. Pada gilirannya, menyerupai yang umum berlaku pada dikala itu, apabila para raja dan aristokrat memeluk suatu agama maka rakyatnya pun akan mengikutinya. Contoh dari acara penyebaran Islam menyerupai ini adalah ijab kabul antara Raja Brawijaya dari Puteri Jeumpa yang menurunkan Raden Patah.
Para pedagang Muslim sudah usang berada di kepulauan Nusantara, tetapi gres pada era ke-13 Agama Islam memperoleh banyak penganut. Beberapa sejarawan menyatakan bahwa para hebat Sufi mulai muncul di Nusantara pada masa itu. Masyarakat Nusantara ketika itu telah mempunyai dasar-dasar pedoman kebatinan sehingga kehadiran para hebat Sufi yang berpandangan gaib itu memperoleh sambutan baik di kalangan penduduk pribumi daripada bentuk Islam yang lebih keras dan lebih ketat, yang diperkenalkan sebelumnya.
Dalam perkembangannya, Agama Islam disebarkan melalui pendidikan pesantren oleh para mubaligh. Para lulusannya kemudian menjadi kader ulama maupun guru agama yang membuatkan Islam sampai ke pelosok daerah.
Beberapa ulama membuatkan Islam melalui kegiatan seni yang di dalamnya terkandung nilai-nilai agama itu. Cabang seni yang besar lengan berkuasa dalam proses Islamisasi, yaitu arsitektur, seni pahat, seni ukir, seni tari, dan seni pertunjukan wayang. Sunan Kalijaga adalah wali yang memakai seni sebagai media penyebaran agama.
Proses Islamisasi di Indonesia kemudian berkembang pesat. Faktor yang menghipnotis adalah keruntuhan Majapahit dan berkembangnya Malaka. Perkembangan Islam ini ditandai dengan berdirinya kesultanan-kesultanan Islam di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar