Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Dimensi Korelasi Antarkelompok

Sebagaimana individu berinteraksi dengan individu lain, suatu kelompok pun berinteraksi atau bekerjasama dengan kelompok lain. Hubungan ini akan menghasilkan kerja sama, konflik, maupun persaingan. Menurut Kinloch, korelasi antarkelompok mempunyai beberapa kriteria sebagai berikut.
1. Kriteria fisiologis. Kriteria ini didasarkan pada persamaan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), usia (tua-muda), dan ras.
2. Kriteria kebudayaan. Kriteria ini meliputi kelompok yang diikat oleh persamaan kebudayaan, ibarat kelompok etnik (misalnya, Batak, Minangkabau, Sunda, Ambon). Meskipun Kinloch tidak menyebutkan faktor agama, dalam banyak kasus, pengelompokkan berdasarkan agama pun sanggup dimasukkan dalam kategori ini.
3. Kriteria ekonomi. Kriteria ini dibedakan antara mereka yang mempunyai kekuasaan ekonomi dan yang tidak mempunyai kekuasaan ekonomi.
4. Kriteria perilaku. Kriteria ini didasarkan pada cacat fisik, cacat mental, dan penyimpangan terhadap hukum masyarakat.

Dalam korelasi antarkelompok juga terdapat banyak sekali macam dimensi, di antaranya yaitu dimensi demografi, dimensi sikap, dimensi institusi, dimensi gerakan sosial, dan dimensi tipe utama korelasi antarkelompok. Namun, kita akan membatasi bahasan pada empat dari enam dimensi yang telah dikemukakan, yaitu dimensi sejarah, dimensi sikap, dimensi institusi, dan dimensi gerakan sosial.

1. Dimensi sejarah
Hubungan antarkelompok dilihat dari dimensi sejarah diarahkan pada dilema tumbuh dan berkembangnya korelasi antarkelompok. Hal ini terkait dengan timbulnya stratifikasi etnik, stratifikasi jenis kelamin, dan stratifikasi usia.

Stratifikasi etnik berdasarkan Noel hanya sanggup terjadi apabila memenuhi tiga syarat, yaitu (1) etnosentrisme, (2) persaingan, dan (3) perbedaan kekuasaan. Stratifikasi etnik tidak terjadi apabila ketiga syarat tersebut tidak terpenuhi. Contohnya, kontak antara kelompok kulit putih dan kelompok kulit gelap di Afrika Selatan pada masa politik Apartheid. Kontak ini menjelma korelasi perbudakan. Hal ini terjadi lantaran adanya etnosentrisme pada kelompok kulit putih, adanya persaingan di bidang ekonomi, dan adanya kekuasaan yang lebih besar pada kelompok kulit putih.

Stratifikasi usia terkait dengan kekuasaan, hak istimewa, dan prestise yang dimiliki individu semenjak mulai beranjak remaja sampai menjelang usia tua. Setelah itu, kekuasaan, prestise, dan hak istimewa itu berkurang akhir bertambahnya usia dan kecenderungan untuk semakin tergantung dengan orang yang lebih muda.

Stratifikasi jenis kelamin terkait dengan industrialisasi, pembagian kerja antara pria dan wanita belum terlihat jelas. Baik pria maupun wanita saling bekerja sama dalam aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi. Sementara pada masa industrialisasi, pembagian kerja antara pria dan wanita semakin terang dan terinci.

2. Dimensi sikap
Dalam korelasi antarkelompok sering muncul suatu prasangka dan stereotip. Prasangka (prejudice) dalam kaitannya dengan korelasi antarkelompok merupakan sikap bermusuhan yang ditujukan pada suatu kelompok tertentu atas dasar dugaan bahwa kelompok tersebut mempunyai ciri yang tidak menyenangkan. Sikap ini dinamakan prasangka lantaran tidak didasari oleh pengetahuan, pengalaman, ataupun bukti yang memadai. Contohnya, terdapat pandangan yang menganggap bahwa orang Batak mempunyai susila dan sikap yang kasar dan agresif. Selain itu, ada pula pandangan yang menganggap bahwa orang Padang mempunyai sifat yang pelit. Hal ini tentu hanya prasangka yang belum dibuktikan.

Menurut Banton, istilah prasangka mempunyai makna yang hampir serupa dengan istilah antagonisme dan antipati. Namun, perbedaannya, antagonisme atau antipati sanggup dikurangi atau diberantas melalui pendidikan. Sebaliknya, sikap yang bermusuhan pada orang yang berprasangka cenderung tidak rasional dan berada di bawah sadar sehingga sulit diubah.

Suatu kelompok berprasangka terhadap kelompok lain disebabkan oleh harapan untuk memperoleh kepuasan yang terhalang. Oleh lantaran itu, anggota melaksanakan agresi. Apabila aksi tidak sanggup ditujukan pada pihak yang menghalangi usahanya, aksi tersebut dialihkan kepada orang lain dan dijadikan sebagai kambing hitam.

Stereotip merupakan suatu konsep yang bersahabat kaitannya dengan konsep prasangka. Orang yang menganut stereotip terhadap kelompok lain cenderung berprasangka terhadap kelompok lain. Menurut Kornblum, stereotip yaitu gambaran yang kaku mengenai suatu kelompok ras atau budaya yang dianut tanpa memperhatikan kebenaran gambaran tersebut. Orang cenderung terlalu menyederhanakan dan tidak peka terhadap fakta objektif. Stereotip sanggup bersifat negatif ataupun positif. Perempuan mempunyai sifat keibuan, penyayang, dan lembut merupakan pola stereotip positif. Sementara itu, pola stereotip negatif yaitu miskin mempunyai sifat bodoh, kotor, dan tidak berbudaya.

3. Dimensi institusi
Dimensi institusi dalam korelasi antarkelompok sanggup berupa institusi politik dan ekonomi. Institusi dalam masyarakat sanggup memperkuat pengendalian sosial, sikap, dan korelasi antarkelompok. Institusi sanggup pula berfungsi untuk menghilangkan pola korelasi antarkelompok yang ada. Maksudnya, korelasi antarkelompok menjadi bersifat birokratis saja dan tidak ada korelasi yang bersifat lebih personal selain antarinstitusi belaka. Contohnya, seorang petugas manajemen tidak perlu mengenal dengan baik,orang-orang dari instansi mana yang dihadapinya. Hubungan yang terjadi antarmereka tidak lebih dari korelasi administratif saja. Ia melayani keperluan manajemen konsumen dan konsumen membutuhkan pelayanan manajemen darinya.

4. Dimensi gerakan sosial
Hubungan antarkelompok sering melibatkan gerakan sosial, baik yang diprakarsai oleh pihak yang menginginkan perubahan maupun oleh mereka yang ingin mempertahankan keadaan yang sudah ada. Misalnya, gerakan wanita untuk menentang kekerasan dalam rumah tangga, dan gerakan wanita konservatif yang mempertahankan kiprah wanita sesuai dengan tradisi.

Selain dimensi yang telah disebutkan di atas, dalam korelasi antarkelompok juga terdapat dimensi sikap dan dimensi sikap kolektif. Yang termasuk dalam dimensi sikap yaitu sikap satu kelompok terhadap kelompok lain, contohnya sikap diskriminatif dan pemeliharaan jarak sosial. Selain itu, korelasi antarkelompok pun sering diwarnai oleh kejadian sikap kolektif, contohnya demonstrasi, huru-hara, pengrusakan, atau bentrok fisik.

Komentar