Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Jenis Dan Manfaat Diskusi
Setelah penulisan laporan selesai disusun, biasanya, tahap selanjutnya yaitu diskusi. Laporan tersebut didiskusikan dalam kelompok sebelum disajikan untuk kalangan yang lebih luas. Perlukah hasil tersebut perlu didiskusikan? Apa tujuannya?
Tujuan dari aktivitas diskusi yaitu untuk memperkuat isi laporan itu sendiri. Dari diskusi tersebut, peneliti mungkin akan memperoleh banyak masukan ihwal laporan penelitian yang telah disusunnya. Dengan demikian, laporan penelitian yang nantinya akan dipublikasikan yaitu benar-benar laporan penelitian yang sanggup dipertanggungjawabkan.
Jenis Diskusi
Umumnya, terdapat tiga jenis diskusi, yakni diskusi panel, simposium, dan seminar.
1. Diskusi panel yaitu sebuah diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang membahas satu topik yang menjadi perhatian umum. Dalam diskusi ini, biasanya dihadirkan beberapa pakar. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya. Diskusi ini sanggup pula terjadi dalam siaran radio atau televisi.
2. Simposium yaitu pertemuan yang diselenggarakan untuk membahas prasaran-prasaran mengenai suatu masalah. Simposium menghadirkan beberapa pembicara dengan tinjauan yang berbeda-beda. Diskusi dilakukan sesudah masing-masing pembicara mengemukakan pendapatnya.
3. Seminar yaitu pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu problem di bawah pimpinan ketua sidang. Ketua sidang ini biasanya seorang pakar yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Seminar biasanya diakhiri dengan kesimpulan-kesimpulan pendapat semua pesertanya.
Selain itu, sebagai siswa dan siswi, Anda sanggup berdiskusi mengenai banyak sekali macam hal. Dalam diskusi terdapat beberapa jenis kategori, yaitu sebagai berikut.
1. The social problem meeting. Pada diskusi ini, para siswa berdiskusi ihwal masalah-masalah sosial di sekitarnya dengan cita-cita setiap siswa terpanggil untuk mencar ilmu dan bertingkah laris sesuai dengan norma yang berlaku.
2. The opened meeting. Pada diskusi ini para siswa berdiskusi ihwal problem apa saja yang berafiliasi dengan kehidupan mereka.
3. The educational-diagnosis meeting. Pada diskusi ini, para siswa berdiskusi mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka sekaligus memperoleh pengetahuan yang gres dari anggota lainnya.
Pelaksanaan Diskusi Kelas
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan diskusi kelas yaitu sebagai berikut.
1. Mengikutsertakan seluruh siswa dalam diskusi secara aktif.
2. Pembicaraan jangan hingga didominasi oleh beberapa orang saja.
3. Ketertiban dalam diskusi perlu dijaga, biar setiap siswa bersedia untuk mendengarkan apa yang sedang dibicarakan.
4. Dalam berdebat perlu terarah, biar tidak digunakan untuk mencari menang sendiri.
5. Setiap akseptor diberi iman untuk turut serta dalam diskusi.
6. Dalam menyetujui dan menentang pendapat orang lain, para akseptor diskusi harus menjaga adat sopan santun.
Sebelum diskusi dimulai perlu diperhatikan hal-hal teknis berikut ini.
1. Pilihlah salah satu di antara siswa untuk menjadi moderator atau pemimpin diskusi!
2. Pilihlah pula seorang siswa untuk menjadi presenter (pemapar), yaitu orang yang memberikan isi laporan yang akan didiskusikan!
3. Pilihlah pula seorang siswa untuk menjadi penanggap, yaitu orang yang menanggapi dan membahas isi laporan.
4. Pilihlah pula seorang siswa untuk menjadi notulen, yaitu orang yang mencatat pertanyaan, hal-hal penting selama diskusi, dan hasil-hasil diskusi.
5. Bila memungkinkan, bagikan makalah (laporan penelitian) kepada semua akseptor diskusi.
Manfaat Diskusi
Diskusi akan menunjukkan manfaat ibarat berikut ini.
1. Memupuk siswa biar berani mengeluarkan pendapat dengan bebas tanpa ada tekanan dari siapa pun.
2. Membina siswa biar sanggup berpikir secara kritis dan kreatif serta menumbuhkan penemuan dalam dirinya.
3. Memupuk rasa toleransi dan menghargai pendapat orang lain.
4. Melatih siswa dalam mempraktikkan pengetahuan yang telah didapat di hadapan teman-temannya.
Tujuan dari aktivitas diskusi yaitu untuk memperkuat isi laporan itu sendiri. Dari diskusi tersebut, peneliti mungkin akan memperoleh banyak masukan ihwal laporan penelitian yang telah disusunnya. Dengan demikian, laporan penelitian yang nantinya akan dipublikasikan yaitu benar-benar laporan penelitian yang sanggup dipertanggungjawabkan.
Jenis Diskusi
Umumnya, terdapat tiga jenis diskusi, yakni diskusi panel, simposium, dan seminar.
1. Diskusi panel yaitu sebuah diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang membahas satu topik yang menjadi perhatian umum. Dalam diskusi ini, biasanya dihadirkan beberapa pakar. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya. Diskusi ini sanggup pula terjadi dalam siaran radio atau televisi.
2. Simposium yaitu pertemuan yang diselenggarakan untuk membahas prasaran-prasaran mengenai suatu masalah. Simposium menghadirkan beberapa pembicara dengan tinjauan yang berbeda-beda. Diskusi dilakukan sesudah masing-masing pembicara mengemukakan pendapatnya.
3. Seminar yaitu pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu problem di bawah pimpinan ketua sidang. Ketua sidang ini biasanya seorang pakar yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Seminar biasanya diakhiri dengan kesimpulan-kesimpulan pendapat semua pesertanya.
Selain itu, sebagai siswa dan siswi, Anda sanggup berdiskusi mengenai banyak sekali macam hal. Dalam diskusi terdapat beberapa jenis kategori, yaitu sebagai berikut.
1. The social problem meeting. Pada diskusi ini, para siswa berdiskusi ihwal masalah-masalah sosial di sekitarnya dengan cita-cita setiap siswa terpanggil untuk mencar ilmu dan bertingkah laris sesuai dengan norma yang berlaku.
2. The opened meeting. Pada diskusi ini para siswa berdiskusi ihwal problem apa saja yang berafiliasi dengan kehidupan mereka.
3. The educational-diagnosis meeting. Pada diskusi ini, para siswa berdiskusi mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka sekaligus memperoleh pengetahuan yang gres dari anggota lainnya.
Pelaksanaan Diskusi Kelas
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan diskusi kelas yaitu sebagai berikut.
1. Mengikutsertakan seluruh siswa dalam diskusi secara aktif.
2. Pembicaraan jangan hingga didominasi oleh beberapa orang saja.
3. Ketertiban dalam diskusi perlu dijaga, biar setiap siswa bersedia untuk mendengarkan apa yang sedang dibicarakan.
4. Dalam berdebat perlu terarah, biar tidak digunakan untuk mencari menang sendiri.
5. Setiap akseptor diberi iman untuk turut serta dalam diskusi.
6. Dalam menyetujui dan menentang pendapat orang lain, para akseptor diskusi harus menjaga adat sopan santun.
Sebelum diskusi dimulai perlu diperhatikan hal-hal teknis berikut ini.
1. Pilihlah salah satu di antara siswa untuk menjadi moderator atau pemimpin diskusi!
2. Pilihlah pula seorang siswa untuk menjadi presenter (pemapar), yaitu orang yang memberikan isi laporan yang akan didiskusikan!
3. Pilihlah pula seorang siswa untuk menjadi penanggap, yaitu orang yang menanggapi dan membahas isi laporan.
4. Pilihlah pula seorang siswa untuk menjadi notulen, yaitu orang yang mencatat pertanyaan, hal-hal penting selama diskusi, dan hasil-hasil diskusi.
5. Bila memungkinkan, bagikan makalah (laporan penelitian) kepada semua akseptor diskusi.
Manfaat Diskusi
Diskusi akan menunjukkan manfaat ibarat berikut ini.
1. Memupuk siswa biar berani mengeluarkan pendapat dengan bebas tanpa ada tekanan dari siapa pun.
2. Membina siswa biar sanggup berpikir secara kritis dan kreatif serta menumbuhkan penemuan dalam dirinya.
3. Memupuk rasa toleransi dan menghargai pendapat orang lain.
4. Melatih siswa dalam mempraktikkan pengetahuan yang telah didapat di hadapan teman-temannya.
Komentar
Posting Komentar