Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Pengertian Persaingan, Kontravensi, Dan Pertentangan
Proses disosiatif atau oposisi dibedakan ke dalam tiga bentuk, yaitu persaingan, kontravensi, dan pertentangan.
Persaingan (competition)
Persaingan yaitu usaha banyak sekali pihak untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Persaingan mempunyai dua tipe, yaitu yang bersifat pribadi dan bersifat non pribadi. Tipe yang bersifat pribadi disebut juga dengan rivalry (persaingan). Dalam rivalry, individu akan bersaing secara langsung, contohnya persaingan anggota untuk memperoleh kedudukan tertentu dalam sebuah organisasi.
Dalam tipe yang bersifat non pribadi, yang bersaing bukan individu-individu, melainkan kelompok. Contoh persaingan non pribadi yaitu persaingan antara dua partai berbeda dalam merebut simpati rakyat, atau persaingan dua kesebelasan sepak bola berebut kemenangan untuk maju ke babak berikutnya.
Tipe-tipe tersebut menghasilkan beberapa bentuk persaingan. Di antaranya persaingan di bidang ekonomi, politik, persaingan untuk mencapai suatu kedudukan dan menjaga gengsi, serta persaingan ras.
Salah satu ciri dari persaingan yaitu usaha yang dilakukan secara damai, sportif, atau fair play. Artinya, persaingan selalu menjunjung tinggi batas-batas yang diharuskan. Mereka bersaing tanpa memakai bahaya atau kekerasan. Oleh lantaran itu, persaingan sangat baik untuk meningkatkan prestasi seseorang.
Kontravensi (contravention)
Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpuasan dan ketidakpastian mengenai diri seseorang, rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, atau kebencian dan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang. Kontravensi cenderung bersifat rahasia. Perang cuek merupakan salah satu teladan kontravensi lantaran tujuannya menciptakan lawan tidak tenang atau resah. Dalam hal ini, lawan tidak diserang secara fisik tetapi secara psikologis.
Sikap tersembunyi ibarat ini sanggup bermetamorfosis kontradiksi atau pertikaian. Wujudnya sanggup berupa protes, mengacaukan pihak lain, memfitnah, memaki-maki melalui surat selebaran, agitasi, subversi, dan lain-lain.
Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker, kontravensi mempunyai lima bentuk berikut.
1. Umum, contohnya penolakan, keengganan, perlawanan, protes, perbuatan menghalang-halangi, melaksanakan kekerasan, atau mengacaukan rencana pihak lain.
2. Sederhana, contohnya menyangkal pernyataan orang di muka umum, memaki melalui surat selebaran, atau mencerca.
3. Intensif, contohnya penghasutan atau membuatkan desas-desus.
4. Rahasia, contohnya mengumumkan belakang layar lawan atau berkhianat.
5. Taktis, contohnya mengejutkan lawan, membingungkan pihak lawan, provokasi, atau intimidasi.
Pertentangan atau Konflik (conflict)
Pertentangan atau konflik yaitu suatu usaha individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. Biasanya, konflik disertai dengan bahaya atau kekerasan. Konflik terjadi lantaran adanya perbedaan pendapat, perasaan individu, kebudayaan, kepentingan baik kepentingan individu maupun kelompok, dan terjadinya perubahan-perubahan sosial yang cepat yang mengakibatkan disorganisasi sosial. Perbedaan-perbedaan ini akan memuncak menjadi kontradiksi lantaran keinginan-keinginan individu tidak sanggup diakomodasikan. Akibatnya, tiap individu atau kelompok berusaha menghancurkan lawan dengan bahaya atau kekerasan.
Dalam pertentangan, hal yang paling banyak berperan yaitu perasaan. Perasaan sanggup mempertajam perbedaan tersebut sehingga masing-masing pihak berusaha saling menghancurkan. Contoh perasaan yang mengakibatkan konflik yaitu benci, sentimen, dan iri.
Pertentangan tidak selalu bersifat negatif. Pertentangan juga sanggup menjadi alat untuk menyesuaikan norma-norma yang telah ada dengan kondisi gres yang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pertentangan sanggup pula menghasilkan suatu kolaborasi lantaran masing-masing pihak kemudian sanggup saling introspeksi untuk mengadakan perbaikan-perbaikan. Contoh efek positif kontradiksi yaitu perombakan aturan-aturan yang mengekang hak politik warga negara pada masa Orde Baru.
Pertentangan mempunyai bentuk-bentuk khusus. Di antaranya sebagai berikut.
1. Pertentangan pribadi. Ada individu-individu yang semenjak mereka mulai berkenalan sudah tidak saling menyukai. Awal yang jelek ini kalau dikembangkan akan mengakibatkan kebencian. Masing-masing pihak akan berusaha menghancurkan pihak lawan.
2. Pertentangan rasial. Sumber kontradiksi tidak hanya terletak pada perbedaan ciri-ciri fisik, tetapi juga oleh kepentingan kebudayaan. Keadaan menjadi bertambah jelek kalau salah satu ras merupakan golongan mayoritas.
3. Pertentangan antarkelas sosial. Pertentangan ini terjadi lantaran adanya perbedaan kepentingan, ibarat perbedaan kepentingan antara majikan dan buruh.
4. Pertentangan politik. Pertentangan ini biasanya menyangkut antargolongan dalam masyarakat juga antara negara-negara berdaulat. Contoh, kontradiksi yang terjadi antarpartai politik menjelang pemilu atau kontradiksi antarnegara.
5. Pertentangan yang bersifat internasional. Pertentangan ini disebabkan oleh kepentingan yang lebih luas serta menyangkut kepentingan nasional dan kedaulatan masing-masing negara. Apabila tiap pihak tidak sanggup mengendalikan diri, timbullah peperangan.
Persaingan (competition)
Persaingan yaitu usaha banyak sekali pihak untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Persaingan mempunyai dua tipe, yaitu yang bersifat pribadi dan bersifat non pribadi. Tipe yang bersifat pribadi disebut juga dengan rivalry (persaingan). Dalam rivalry, individu akan bersaing secara langsung, contohnya persaingan anggota untuk memperoleh kedudukan tertentu dalam sebuah organisasi.
Dalam tipe yang bersifat non pribadi, yang bersaing bukan individu-individu, melainkan kelompok. Contoh persaingan non pribadi yaitu persaingan antara dua partai berbeda dalam merebut simpati rakyat, atau persaingan dua kesebelasan sepak bola berebut kemenangan untuk maju ke babak berikutnya.
Tipe-tipe tersebut menghasilkan beberapa bentuk persaingan. Di antaranya persaingan di bidang ekonomi, politik, persaingan untuk mencapai suatu kedudukan dan menjaga gengsi, serta persaingan ras.
Salah satu ciri dari persaingan yaitu usaha yang dilakukan secara damai, sportif, atau fair play. Artinya, persaingan selalu menjunjung tinggi batas-batas yang diharuskan. Mereka bersaing tanpa memakai bahaya atau kekerasan. Oleh lantaran itu, persaingan sangat baik untuk meningkatkan prestasi seseorang.
Kontravensi (contravention)
Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai oleh adanya ketidakpuasan dan ketidakpastian mengenai diri seseorang, rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, atau kebencian dan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang. Kontravensi cenderung bersifat rahasia. Perang cuek merupakan salah satu teladan kontravensi lantaran tujuannya menciptakan lawan tidak tenang atau resah. Dalam hal ini, lawan tidak diserang secara fisik tetapi secara psikologis.
Sikap tersembunyi ibarat ini sanggup bermetamorfosis kontradiksi atau pertikaian. Wujudnya sanggup berupa protes, mengacaukan pihak lain, memfitnah, memaki-maki melalui surat selebaran, agitasi, subversi, dan lain-lain.
Menurut Leopold von Wiese dan Howard Becker, kontravensi mempunyai lima bentuk berikut.
1. Umum, contohnya penolakan, keengganan, perlawanan, protes, perbuatan menghalang-halangi, melaksanakan kekerasan, atau mengacaukan rencana pihak lain.
2. Sederhana, contohnya menyangkal pernyataan orang di muka umum, memaki melalui surat selebaran, atau mencerca.
3. Intensif, contohnya penghasutan atau membuatkan desas-desus.
4. Rahasia, contohnya mengumumkan belakang layar lawan atau berkhianat.
5. Taktis, contohnya mengejutkan lawan, membingungkan pihak lawan, provokasi, atau intimidasi.
Pertentangan atau Konflik (conflict)
Pertentangan atau konflik yaitu suatu usaha individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. Biasanya, konflik disertai dengan bahaya atau kekerasan. Konflik terjadi lantaran adanya perbedaan pendapat, perasaan individu, kebudayaan, kepentingan baik kepentingan individu maupun kelompok, dan terjadinya perubahan-perubahan sosial yang cepat yang mengakibatkan disorganisasi sosial. Perbedaan-perbedaan ini akan memuncak menjadi kontradiksi lantaran keinginan-keinginan individu tidak sanggup diakomodasikan. Akibatnya, tiap individu atau kelompok berusaha menghancurkan lawan dengan bahaya atau kekerasan.
Dalam pertentangan, hal yang paling banyak berperan yaitu perasaan. Perasaan sanggup mempertajam perbedaan tersebut sehingga masing-masing pihak berusaha saling menghancurkan. Contoh perasaan yang mengakibatkan konflik yaitu benci, sentimen, dan iri.
Pertentangan tidak selalu bersifat negatif. Pertentangan juga sanggup menjadi alat untuk menyesuaikan norma-norma yang telah ada dengan kondisi gres yang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pertentangan sanggup pula menghasilkan suatu kolaborasi lantaran masing-masing pihak kemudian sanggup saling introspeksi untuk mengadakan perbaikan-perbaikan. Contoh efek positif kontradiksi yaitu perombakan aturan-aturan yang mengekang hak politik warga negara pada masa Orde Baru.
Pertentangan mempunyai bentuk-bentuk khusus. Di antaranya sebagai berikut.
1. Pertentangan pribadi. Ada individu-individu yang semenjak mereka mulai berkenalan sudah tidak saling menyukai. Awal yang jelek ini kalau dikembangkan akan mengakibatkan kebencian. Masing-masing pihak akan berusaha menghancurkan pihak lawan.
2. Pertentangan rasial. Sumber kontradiksi tidak hanya terletak pada perbedaan ciri-ciri fisik, tetapi juga oleh kepentingan kebudayaan. Keadaan menjadi bertambah jelek kalau salah satu ras merupakan golongan mayoritas.
3. Pertentangan antarkelas sosial. Pertentangan ini terjadi lantaran adanya perbedaan kepentingan, ibarat perbedaan kepentingan antara majikan dan buruh.
4. Pertentangan politik. Pertentangan ini biasanya menyangkut antargolongan dalam masyarakat juga antara negara-negara berdaulat. Contoh, kontradiksi yang terjadi antarpartai politik menjelang pemilu atau kontradiksi antarnegara.
5. Pertentangan yang bersifat internasional. Pertentangan ini disebabkan oleh kepentingan yang lebih luas serta menyangkut kepentingan nasional dan kedaulatan masing-masing negara. Apabila tiap pihak tidak sanggup mengendalikan diri, timbullah peperangan.
Komentar
Posting Komentar