Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Insan Sebagai Makhluk Ekonomi Sekaligus Makhluk Sosial
Kini, kita sudah mengetahui bahwa insan merupakan makhluk ekonomi sekaligusmakhluk sosial. Artinya, insan dihentikan bertindak hanya memikirkan laba bagi dirinya saja, tetapi dia juga harus memiliki pertimbangan-pertimbangan sosial. Ada kalanya kita memang harus mengambil laba dari orang lain. Tetapi, ada kalanya juga kita harus bertindak tanpa mengharapkan akhir dari orang lain. Kedua perilaku ini harus kita lakukan pada dikala yang tepat.
Contoh, kau menunjukkan proteksi uang kepada temanmu untuk kepentingan usaha. Kamu tentu mengharapkan uang tersebut dikembalikan ditambah dengan bunga pinjamannya. Hal ini sanggup kau lakukan alasannya yaitu temanmu akan mendapat laba dari perjuangan yang dijalankannya sehingga dia bisa meningkatkan kesejahteraannya dari uang yang kau pinjamkan. Lain halnya kalau kau meminjamkan uang untuk membantu temanmu yang mendapat musibah, menyerupai kebakaran, kebanjiran, atau kematian. Kamu tentu tidak akan mengharapkan balasan.
Kita memang boleh saja selalu memikirkan laba atau kerugian yang akan kita terima dalam bentuk uang. Tetapi, kita harus ingat bahwa tidak semua yang ada di dunia ini sanggup dinilai dengan uang. Pada acara gorong royong, misalnya, kita tidak perlu meminta bayaran alasannya yaitu kita sudah menunjukkan tenaga. Kita memang tidak mendapat uang dari acara gotong royong, tetapi kita sanggup bergaul dan mengenal tetangga lebih akrab lagi. Selain membutuhkan uang alasannya yaitu insan bertindak sebagai makhluk ekonomi, kita juga membutuhkan hal-hal lain yang tidak berupa uang, menyerupai persahabatan atau rasa persaudaraan. Jadi, kita tidak harus selalu semata-mata menjadi makhluk ekonomi dengan alasan atau kondisi tertentu.
Contoh, kau menunjukkan proteksi uang kepada temanmu untuk kepentingan usaha. Kamu tentu mengharapkan uang tersebut dikembalikan ditambah dengan bunga pinjamannya. Hal ini sanggup kau lakukan alasannya yaitu temanmu akan mendapat laba dari perjuangan yang dijalankannya sehingga dia bisa meningkatkan kesejahteraannya dari uang yang kau pinjamkan. Lain halnya kalau kau meminjamkan uang untuk membantu temanmu yang mendapat musibah, menyerupai kebakaran, kebanjiran, atau kematian. Kamu tentu tidak akan mengharapkan balasan.
Kita memang boleh saja selalu memikirkan laba atau kerugian yang akan kita terima dalam bentuk uang. Tetapi, kita harus ingat bahwa tidak semua yang ada di dunia ini sanggup dinilai dengan uang. Pada acara gorong royong, misalnya, kita tidak perlu meminta bayaran alasannya yaitu kita sudah menunjukkan tenaga. Kita memang tidak mendapat uang dari acara gotong royong, tetapi kita sanggup bergaul dan mengenal tetangga lebih akrab lagi. Selain membutuhkan uang alasannya yaitu insan bertindak sebagai makhluk ekonomi, kita juga membutuhkan hal-hal lain yang tidak berupa uang, menyerupai persahabatan atau rasa persaudaraan. Jadi, kita tidak harus selalu semata-mata menjadi makhluk ekonomi dengan alasan atau kondisi tertentu.
Komentar
Posting Komentar