Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Pengertian Peranan Sosial

Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan atau status. Peranan yakni sikap yang dibutuhkan oleh pihak lain dalam melakukan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya. Status dan peranan tidak sanggup dipisahkan alasannya yakni tidak ada peranan tanpa status dan tidak ada status tanpa peranan. Contoh, status kepala sekolah Ruteng V. Dengan status tersebut, seseorang dibutuhkan berperan memimpin sekolahnya. Peranan ini tidak akan menempel pada seseorang bila ia tidak mempunyai status kepala sekolah Ruteng V. Demikian sebaliknya, dengan status kepala sekolah Ruteng V, seseorang mempunyai peranan memimpin sekolah tersebut.

Setiap orang mempunyai majemuk peranan yang berasal dari pola-pola perjalanan hidupnya. Contoh, peranan membimbing siswa, membesarkan anak-anak, mengurus KTP warga masyarakat. Dengan demikian, peranan memilih apa yang diperbuatnya bagi masyarakat serta kesempatan apa yang diberikan masyarakat kepadanya.

Dalam kehidupan sehari-hari, peranan menjadi penting alasannya yakni berfungsi untuk mengatur sikap seseorang. Pada beberapa kasus, peranan menjadikan seseorang sanggup meramalkan perbuatan-perbuatan orang lain. Orang yang bersangkutan akan sanggup menyesuaikan perilakunya dengan sikap orang di sekitarnya.

Interaksi sosial yang ada dalam masyarakat merupakan kekerabatan antara peranan-peranan individu dalam masyarakat. Ada tiga hal yang tercakup dalam peranan. Ketiga hal tersebut yakni sebagai berikut.
1. Peranan mencakup norma-norma yang bekerjasama dengan posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat.
2. Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang sanggup dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi.
3. Peranan merupakan sikap individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.

Sama menyerupai status, peranan sanggup dimiliki insan semenjak ia dilahirkan atau diperolehnya dari lingkungan sosialnya. Peran-peran tersebut harus dilaksanakan sekaligus. Di sinilah akan terjadi konflik peranan. Contohnya, sebagai ketua PKK, Ibu Hermin harus menghadiri rapat. Namun pada ketika yang sama, ia harus mengantar anaknya ke rumah sakit.

Sebagai anggota keluarga, kelompok, masyarakat, dan negara, seorang individu selalu dihadapkan dengan banyak sekali hubungan. Hubungan-hubungan ini melahirkan hak dan kewajiban tertentu bagi individu tersebut. Sebagai contoh, seorang laki-laki dewasa, selain mempunyai hak dan kewajiban sebagai seorang ayah, beliau juga mempunyai hak dan kewajiban sebagai seorang karyawan perusahaan. Ia juga mempunyai hak dan kewajiban sebagai warga negara atau kelompok sosial tertentu, serta hak dan kewajiban lainnya.

Komentar