Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Pengertian Motif Ekonomi
Pernahkah kau memerhatikan pengamen atau pembaca puisi di bus kota? Mengapa mereka melakukannya? Mengapa kau berguru dengan giat? Apa manfaatnya untuk kamu? Pernahkah kau menyumbang untuk korban peristiwa alam?
Sebelum melaksanakan suatu tindakan atau pun tindakan-tindakan di atas, ada faktor-faktor yang mendorong insan untuk melaksanakan suatu tindakan. Misalnya, kau melihat ada seorang pengemis yang sedang berusaha mencari sesuap nasi. Kamu tentu akan merasa kasihan dan berusaha membantunya dengan memberi uang, meskipun uang yang kau berikan tidak banyak. Dorongan hatimu untuk menolong pengemis tersebut membuatmu melaksanakan tindakan untuk membantunya memberi makanan. Segala sesuatu yang mendorong insan melaksanakan suatu tindakan disebut motif.
Pada bahasan sebelumnya, kau tentu sudah sedikit mulai memahami bahwa ada tindakan ekonomi yang dilakukan insan melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu atau rasional. Seperti halnya setiap tindakan insan yang selalu dilatar belakangi motif tertentu, tindakan ekonomi yang dilakukan seseorang juga didorong oleh motif yang disebut motif ekonomi.
Beberapa motif ekonomi yang mendorong seseorang melaksanakan tindakan ekonomi yaitu sebagai berikut.
a. Dorongan untuk memperoleh keuntungan.
b. Dorongan untuk meningkatkan kemakmuran.
c. Dorongan untuk memperoleh penghargaan.
d. Dorongan untuk mendapat kekuasaan.
Perbedaan antara Motif Ekonomi dan Nonekonomi
Jika motif ekonomi akan mendorong seseorang untuk melaksanakan tindakan-tindakan ekonomi, kita juga mengenal adanya motif nonekonomi. Ciri tindakan ekonomi ialah adanya pertimbangan sebelum kita melaksanakan tindakan dan hasil dari tindakan tersebut sesuai dengan motif ekonomi.
Contohnya ketika seorang pedagang pakaian berjualan pada ketika lebaran. Ia tentu menaikkan harga barang dagangannya dan dia tahu masyarakat niscaya banyak yang berbelanja pakaian walaupun harganya lebih mahal dari harga sebelum lebaran. Pedagang pakaian tersebut menaikkan harga dengan motif untuk mendapat keuntungan.
Sebelum melaksanakan suatu tindakan atau pun tindakan-tindakan di atas, ada faktor-faktor yang mendorong insan untuk melaksanakan suatu tindakan. Misalnya, kau melihat ada seorang pengemis yang sedang berusaha mencari sesuap nasi. Kamu tentu akan merasa kasihan dan berusaha membantunya dengan memberi uang, meskipun uang yang kau berikan tidak banyak. Dorongan hatimu untuk menolong pengemis tersebut membuatmu melaksanakan tindakan untuk membantunya memberi makanan. Segala sesuatu yang mendorong insan melaksanakan suatu tindakan disebut motif.
Pada bahasan sebelumnya, kau tentu sudah sedikit mulai memahami bahwa ada tindakan ekonomi yang dilakukan insan melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu atau rasional. Seperti halnya setiap tindakan insan yang selalu dilatar belakangi motif tertentu, tindakan ekonomi yang dilakukan seseorang juga didorong oleh motif yang disebut motif ekonomi.
Beberapa motif ekonomi yang mendorong seseorang melaksanakan tindakan ekonomi yaitu sebagai berikut.
a. Dorongan untuk memperoleh keuntungan.
b. Dorongan untuk meningkatkan kemakmuran.
c. Dorongan untuk memperoleh penghargaan.
d. Dorongan untuk mendapat kekuasaan.
Perbedaan antara Motif Ekonomi dan Nonekonomi
Jika motif ekonomi akan mendorong seseorang untuk melaksanakan tindakan-tindakan ekonomi, kita juga mengenal adanya motif nonekonomi. Ciri tindakan ekonomi ialah adanya pertimbangan sebelum kita melaksanakan tindakan dan hasil dari tindakan tersebut sesuai dengan motif ekonomi.
Contohnya ketika seorang pedagang pakaian berjualan pada ketika lebaran. Ia tentu menaikkan harga barang dagangannya dan dia tahu masyarakat niscaya banyak yang berbelanja pakaian walaupun harganya lebih mahal dari harga sebelum lebaran. Pedagang pakaian tersebut menaikkan harga dengan motif untuk mendapat keuntungan.
Komentar
Posting Komentar