Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Memilih Topik Atau Judul Penelitian
Setelah mengetahui apa saja yang terdapat dalam rancangan penelitian, Anda sanggup memperkirakan apa saja yang akan Anda lakukan kalau akan melaksanakan penelitian. Lalu, apa langkah pertama yang kita lakukan kalau akan meneliti?
Ketika hendak melaksanakan penelitian, masalah pertama yang kita hadapi ialah penentuan topik penelitian. Sering kita menjadi resah alasannya banyaknya permasalahan yang menarik untuk diteliti. Karena itu, suatu permasalahan yang dipilih untuk diteliti haruslah benar-benar masalah yang sangat menarik.
Menentukan masalah yang akan diteliti merupakan langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. Masalah itu dituangkan dalam kalimat judul atau topik suatu penelitian.
Orang ingin mengadakan penelitian alasannya ia ingin mendapat balasan dari masalah yang dihadapi. Masalah-masalah tersebut tiba dari banyak sekali sumber. Misalnya, buku, koran, majalah, TV, atau radio. Selain itu, masalah juga bisa tiba dari pengamatan, hasil wawancara dengan para pakar atau tokoh, atau dari hasil berpikir. Tentunya, masalah yang paling baik ialah masalah yang kita temukan dari kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pekerjaan atau pengalaman kita. Contohnya, seorang guru menjumpai siswanya yang selalu meminta izin untuk keluar atau ke belakang, dan dari raut wajahnya tampak tidak tenang. Anehnya, walau dalam keadaan menyerupai itu, si anak selalu bisa mendapat hasil yang baik untuk setiap pelajaran. Timbul impian dari guru-guru untuk mengadakan penelitian terhadap anak yang bersangkutan. Ini merupakan teladan inovasi masalah yang sanggup dijadikan materi penelitian. Dari masalah tersebut, kita sanggup menentukan suatu topik penelitian, contohnya "Pengaruh kepribadian siswa yang tidak hening terhadap prestasi belajar" atau "Pengaruh kepribadian siswa yang tidak hening terhadap perolehan nilai setiap mata pelajaran".
Dalam menentukan topik suatu penelitian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain sebagai berikut.
1. Topik penelitian harus sesuai dengan minat peneliti
Kegiatan penelitian haruslah betul-betul diminati oleh peneliti alasannya kalau masalahnya menarik, maka si peneliti akan bernafsu dan mempunyai motivasi tinggi untuk melaksanakan penelitian. Jika topik itu tidak sesuai dengan minatnya, sanggup diduga alhasil akan kurang memuaskan.
2. Topik atau judul yang dipilih haruslah topik yang bisa diteliti oleh peneliti
Artinya, peneliti mempunyai kemampuan melaksanakan penelitian tersebut. Ditinjau dari sudut si peneliti, ada empat pertimbangan untuk menentukan sanggup dilaksanakan atau tidaknya suatu penelitian.
a. Peneliti mempunyai kemampuan untuk meneliti masalah itu. Artinya, peneliti menguasai teori yang melatarbelakangi masalah dan metode pemecahannya.
b. Peneliti mempunyai waktu yang cukup untuk melaksanakan penelitian.
c. Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakannya. Artinya, peneliti mempunyai fisik yang berpengaruh untuk merencanakan, menyusun, dan mengumpulkan data.
d. Peneliti mempunyai dana cukup untuk membiayai aktivitas penelitian.
3. Data cukup tersedia
Artinya, data di lapangan cukup tersedia dan gampang sehingga peneliti dimudahkan untuk dalam pembuatan laporan.
4. Topik mempunyai kegunaan praktis, bermanfaat, dan penting untuk diteliti
Hasil penelitian dibutuhkan sanggup berkhasiat untuk dirinya, masyarakat, serta ilmu pengetahuan. Dengan demikian, perlu dipikirkan apakah hasil penelitian yang diperoleh itu benar-benar bermanfaat atau tidak. Jangan hingga apa yang telah dikerjakan alhasil sia-sia.
5. Menghindari duplikasi penelitian
Peneliti harus menentukan masalah yang belum pernah diteliti atau melanjutkan penelitian yang sudah pernah dilakukan orang lain. Dengan demikian, peneliti akan mendapat sesuatu yang gres dari hasil penelitian tersebut.
Ketika hendak melaksanakan penelitian, masalah pertama yang kita hadapi ialah penentuan topik penelitian. Sering kita menjadi resah alasannya banyaknya permasalahan yang menarik untuk diteliti. Karena itu, suatu permasalahan yang dipilih untuk diteliti haruslah benar-benar masalah yang sangat menarik.
Menentukan masalah yang akan diteliti merupakan langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang peneliti. Masalah itu dituangkan dalam kalimat judul atau topik suatu penelitian.
Orang ingin mengadakan penelitian alasannya ia ingin mendapat balasan dari masalah yang dihadapi. Masalah-masalah tersebut tiba dari banyak sekali sumber. Misalnya, buku, koran, majalah, TV, atau radio. Selain itu, masalah juga bisa tiba dari pengamatan, hasil wawancara dengan para pakar atau tokoh, atau dari hasil berpikir. Tentunya, masalah yang paling baik ialah masalah yang kita temukan dari kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pekerjaan atau pengalaman kita. Contohnya, seorang guru menjumpai siswanya yang selalu meminta izin untuk keluar atau ke belakang, dan dari raut wajahnya tampak tidak tenang. Anehnya, walau dalam keadaan menyerupai itu, si anak selalu bisa mendapat hasil yang baik untuk setiap pelajaran. Timbul impian dari guru-guru untuk mengadakan penelitian terhadap anak yang bersangkutan. Ini merupakan teladan inovasi masalah yang sanggup dijadikan materi penelitian. Dari masalah tersebut, kita sanggup menentukan suatu topik penelitian, contohnya "Pengaruh kepribadian siswa yang tidak hening terhadap prestasi belajar" atau "Pengaruh kepribadian siswa yang tidak hening terhadap perolehan nilai setiap mata pelajaran".
Dalam menentukan topik suatu penelitian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain sebagai berikut.
1. Topik penelitian harus sesuai dengan minat peneliti
Kegiatan penelitian haruslah betul-betul diminati oleh peneliti alasannya kalau masalahnya menarik, maka si peneliti akan bernafsu dan mempunyai motivasi tinggi untuk melaksanakan penelitian. Jika topik itu tidak sesuai dengan minatnya, sanggup diduga alhasil akan kurang memuaskan.
2. Topik atau judul yang dipilih haruslah topik yang bisa diteliti oleh peneliti
Artinya, peneliti mempunyai kemampuan melaksanakan penelitian tersebut. Ditinjau dari sudut si peneliti, ada empat pertimbangan untuk menentukan sanggup dilaksanakan atau tidaknya suatu penelitian.
a. Peneliti mempunyai kemampuan untuk meneliti masalah itu. Artinya, peneliti menguasai teori yang melatarbelakangi masalah dan metode pemecahannya.
b. Peneliti mempunyai waktu yang cukup untuk melaksanakan penelitian.
c. Peneliti mempunyai tenaga untuk melaksanakannya. Artinya, peneliti mempunyai fisik yang berpengaruh untuk merencanakan, menyusun, dan mengumpulkan data.
d. Peneliti mempunyai dana cukup untuk membiayai aktivitas penelitian.
3. Data cukup tersedia
Artinya, data di lapangan cukup tersedia dan gampang sehingga peneliti dimudahkan untuk dalam pembuatan laporan.
4. Topik mempunyai kegunaan praktis, bermanfaat, dan penting untuk diteliti
Hasil penelitian dibutuhkan sanggup berkhasiat untuk dirinya, masyarakat, serta ilmu pengetahuan. Dengan demikian, perlu dipikirkan apakah hasil penelitian yang diperoleh itu benar-benar bermanfaat atau tidak. Jangan hingga apa yang telah dikerjakan alhasil sia-sia.
5. Menghindari duplikasi penelitian
Peneliti harus menentukan masalah yang belum pernah diteliti atau melanjutkan penelitian yang sudah pernah dilakukan orang lain. Dengan demikian, peneliti akan mendapat sesuatu yang gres dari hasil penelitian tersebut.
Komentar
Posting Komentar