Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Sikap Insan Dalam Memenuhi Kebutuhan

Salah satu ciri insan ialah sebagai makhluk sosial (homo socius). Artinya, kita membutuhkan insan lainnya dalam menjalani kehidupan. Bahkan semenjak lahir, kita sudah membutuhkan pertolongan orang lain. Pada dikala akan melahirkan, Ibu membutuhkan supir untuk mengantarnya ke rumah sakit. Pada dikala persalinan pun, Ibu membutuhkan pemberian dokter atau bidan.

Sekarang, coba kau amati barang-barang yang kau pakai ke sekolah. Lihatlah mulai dari ujung kaki hingga ke atas kepala kamu. Adakah di antara barang-barang tersebut yang kau buat sendiri? Tidak ada satu pun. Semua barang-barang tersebut kau peroleh dari orang lain dengan cara membeli.

Contoh lain yang paling gampang ialah pada dikala kita ingin memotong rambut. Dapatkah kau melakukannya sendiri? Memang sanggup saja kita memotong sendiri, tetapi lihat hasilnya. Kamu mungkin tidak akan pernah berani keluar rumah alasannya yakni hasil potongan rambutmu tidak beraturan. Nah, biar potongan rambut kita rapi dan sesuai model yang kita inginkan, kita membutuhkan pemberian tukang gunting rambut. Begitu pula jikalau tukang gunting rambut jatuh sakit, ia juga membutuhkan dokter.

Jika seseorang hanya menghasilkan atau menciptakan satu atau beberapa jenis barang dan jasa sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, orang tersebut dikatakan telah melaksanakan spesialisasi. Spesialisasi juga berarti adanya pembagian kiprah atau pekerjaan tertentu yang hanya dilakukan orang tertentu. Misalnya, pekerja di pabrik pakaian jadi. Ada yang bertugas memasang kancing, menyeterika, melipat, dan bertugas mengepak barang sebelum dikirimkan.

Spesialisasi tidak hanya terbatas pada insan secara individu atau perorangan, tetapi juga pada suatu negara. Misalnya, Indonesia merupakan wilayah tropis yang menghasilkan banyak rempah-rempah, sedangkan hasil industrinya masih sedikit. Sebaliknya, negara-negara di Eropa mempunyai tenaga kerja yang berpendidikan tinggi sehingga mereka bisa menghasilkan barang-barang industri berkualitas tinggi pula. Tetapi, daerahnya tidak sanggup ditanami rempah-rempah. Dengan demikian, Indonesia sanggup menjual rempah-rempah ke Eropa dan kesudahannya dipakai untuk membeli barang-barang industri. Jadi, laba yang diperoleh melalui spesialisasi ialah kita sanggup memperoleh suatu barang dengan mutu baik dan dengan harga yang lebih murah.

Kita tidak sanggup menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan. Akibatnya, insan atau negara akan mempunyai ketergantungan dengan insan dan negara lainnya. Kemudian, masing-masing akan melaksanakan pertukaran yang dikenal dengan istilah perdagangan.

Pada mulanya, perdagangan dilakukan dengan cara menukar satu barang dengan barang lainnya. Kegiatan perdagangan menyerupai ini disebut barter. Misalnya, petani yang mempunyai beras membutuhkan pakaian. Berarti, petani tersebut harus mencari orang lain yang menghasilkan pakaian sekaligus juga membutuhkan beras. Jika ada orang yang mempunyai pakaian, ia membutuhkan sepatu, berarti ia tidak mau menukar pakaiannya dengan petani. Pemilik pakaian hanya mau melaksanakan tukar barang dengan pemilik sepatu. Sebaliknya, pemilik sepatu juga harus membutuhkan pakaian supaya sepatunya sanggup ditukar dengan pakaian. Dapatkah kau bayangkan bagaimana sulitnya perdagangan dengan cara tukar barang tersebut?

Pada dikala ini, perdagangan dengan cara tukar barang sudah sangat jarang dilakukan alasannya yakni jumlah barang-barang semakin banyak. Untuk mempermudah aktivitas perdagangan, kini kita memakai uang dalam perdagangan. Jika kau membutuhkan buku tulis, kau hanya perlu membawa uang dan menukarkan uang tersebut dengan buku tulis di toko buku. Kamu tidak perlu gundah mencari orang yang mempunyai buku tulis dan mau menukarkan bukunya dengan barang-barang yang kau miliki.

Uang sanggup diartikan sebagai segala sesuatu yang diterima masyarakat secara umum sebagai alat pembayaran. Dengan memakai uang, kita akan gampang melaksanakan perdagangan.

Komentar