Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Pengertian Industri Dan Pertanian

Berdasarkan UU No. 5 tahun 1984 wacana perindustrian, industri yakni suatu aktivitas ekonomi yang mengolah materi mentah menjadi materi baku, materi baku menjadi barang setengah jadi, atau barang jadi sehingga mempunyai nilai bagi masyarakat, termasuk aktivitas rancang bangun, dan perekayasaan industri. Sedangkan pertanian dalam arti yang luas mencakup pertanian rakyat, pertanian perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Klasifikasi Industri
Menurut Departemen Perindustrian dan Perdagangan, industri dikelompokan menjadi 4 yaitu:
1. Industri kimia dasar, yaitu industri yang mengolah materi mentah menjadi materi baku atau materi jadi. Contoh: industri kertas, industri semen, dan industri pupuk.
2. Industri mesin dan logam dasar, yaitu industri yang mengolah materi mentah menjadi materi baku atau barang setengah jadi. Contoh: industri peralatan industri mesin, dan industri pesawat terbang.
3. Aneka industri, yaitu industri yang menghasilkan bermacam-macam kebutuhan konsumen. Contoh: industri aneka pengolahan makanan, aneka pengolahan kebutuhan sandang, aneka kimia dasar, dan aneka industri materi bangunan.
4. Kelompok industri kecil yaitu industri dengan modal kecil dan peralatan yang sederhana. Karyawannya biasanya anggota keluarga.

Orientasi Lokasi Industri
Untuk menentukan lokasi suatu Industri harus mempunyai orientasi (acuan) demi kelancaran dan perkembangan industri tersebut.
a. Industri yang memakai teladan materi baku
Bahan baku merupakan unsur utama yang harus selalu tersedia. Faktor penyebabnya yakni materi bakunya gampang rusak, biaya pengangkutan materi baku lebih mahal daripada pengangkutan materi jadi, dan volume materi baku lebih besar daripada produk yang dihasilkannya. Contoh: industri susu, industri minyak goreng, industri gula tebu, dan industri semen.

b. Industri yang memakai teladan pasar
Industri yang dalam pendiriannya menentukan erat dengan daerah pemasaran. Faktor penyebabnya ialah hasil produksi mempunyai berat yang lebih dibandingkan materi mentahnya. Contoh: industri kuliner dan industri minuman.

c. Industri yang memakai teladan biaya angkut
Industri ini didirikan erat materi baku dan daerah pemasaran sehingga sanggup menekan biaya angkut.

d. Industri yang memakai teladan tenaga kerja
Industri ini mengoptimalkan tugas tenaga kerja baik kualitas maupun kuantitas. Contoh: industri garmen, industri rokok, dan industri tekstil.

e. Industri yang memakai teladan modal
Industri ini teladan utamanya modal. Pada umumnya industri ini didirikan di erat pemilik modal.

f. Industri yang memakai teladan teknologi
Industri dalam proses produksi memakai teknologi modern sehingga mempermudah aktivitas industrinya.

g. Industri yang memakai teladan peraturan
Industri ini didirikan di suatu daerah yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Contoh: Kawasan Industri Cilegon (Banten), Kawasan Industri Cikarang (Jawa Barat), dan Kawasan Industri Pulo Gadung (Jakarta).

h. Industri yang memakai teladan lingkungan
Industri ini dalam pendirian dan kegiatannya tidak merusak keseimbangan sumber daya alam sehingga tidak merusak lingkungan.

Pemusatan Industri
Pemusatan industri disebut aglomerasi industri. Aglomerasi Industri yakni suatu pemusatan industri di suatu daerah tertentu dengan tujuan semoga pengelolaannya sanggup optimal. Berikut ini pemusatan industri di Indonesia.

1. Kawasan Industri, yaitu suatu daerah (tempat) yang dijadikan pemusatan industri pengolahan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang serta dikelola oleh semua perusahaan yang ada dikawasan tersebut. Lima daerah industri di Indonesia yang ditetapkan menurut SK Presiden No.53 tahun 1989, yaitu:
a. PT. Jakarta Industrial Estate Pulo Gadung (PT. JIEP) di Jakarta.
b. PT. Rungkut Industrial Estate Surabaya (PT. RTES).
c. PT. Kawasan Industri Cilacap-Jawa Tengah.
d. Kawasan Industri Medan-Sumatra Utara.
e. Kawasan Industri Makassar/Ujung Pandang-Sulawesi Selatan.

2. Kawasan Berikat, yaitu suatu kompleks industri hasil produksinya untuk aktivitas ekspor dan impor. Kawasan berikat berbeda dengan daerah Industri. Pada daerah berikat tidak terjadi proses produksi sedangkan daerah industri terjadi proses produksi. Kawasan ini hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, penimbunan, dan pengadaan barang dari dalam dan luar negeri. Contoh:
a. PT Kawasan Berikat Nusantara di Pelabuhan Tanjung Priuk.
b. Kawasan Berikat lain terdapat di Marunda-Jakarta Utara, Pulau Batam, Cilegon, dan Makassar/Ujung Pandang.

Faktor Penyebab Terjadinya Pemusatan Industri
1. Adanya persaingan industri yang semakin banyak.
2. Pelaksanaan segala bentuk efisiensi.
3. Peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.
4. Pemberian fasilitas bagi aktivitas industri.
5. Mempermudah kontrol hubungan antara tenaga kerja, materi baku, dan pemasaran.
6. Persiapan kala pedagangan bebas daerah Asia Pasifik tahun 2020.
7. Pemerataan lokasi industri.

Klasifikasi Pertanian
1. Pertanian rakyat yakni pertanian yang pengolahannya masih dilakukan secara tradisional, dikerjakan seluruh anggota keluarga /secara gotong-royong, modalnya kecil, kesudahannya untuk dikonsumsi sendiri/perdagangan lokal, apabila aktivitas bertaninya berbentuk sawah maka umumnya berupa sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah pasang surut, atau sawah lebak, apabila berbentuk lain, umumnya berupa tegal / ladang / kebun.

2. Pertanian perkebunan terdiri dari pertanian perkebunan rakyat dan pertanian perkebunan besar. Pertanian perkebunan rakyat mempunyai ciri areal tidak begitu luas, yaitu hanya beberapa hektar saja, pengolahan dikerjakan oleh seluruh anggota keluarga secara tradisional, modal yang diperlukan tidak terlalu besar, dan hasil perkebunan rakyat dipakai untuk kebutuhan lokal. Sedangkan pertanian perkebunan besar yakni perkebunan yang diusahakan oleh badan-badan besar ibarat Perusahaan Perkebunan Negara/PPN, Badan Usaha Milik Negara/BUMN, Badan Usaha Milik Daerah/BUMD, Modal Swasta Nasional, dan Modal Asing yang bekerja sama dengan pemerintah.

3. Peternakan yakni perjuangan pemeliharaan hewan. Kegiatan peternakan yang umumnya dilakukan penduduk sanggup dibedakan menjadi 3 jenis berikut.
a. Peternakan binatang besar, ibarat sapi, kerbau, kuda, dan sejenisnya.
b. Peternakan binatang kecil, ibarat domba/kambing, babi, anjing, dan sejenisnya.
c. Peternakan unggas, ibarat ayam, bebek, burung, dan sejenisnya.

4. Perikanan yakni perjuangan pemeliharaan ikan dan penangkapannya oleh penduduk. Faktor-Faktor pendorong pengembangan perikanan di lndonesia yaitu perairan bahari dangkal yang luas, perairan darat yang luas, peningkatan jumlah konsumsi ikan dalam negeri, dan peningkatan jumlah konsumsi ikan luar negeri. Faktor-Faktor penghambat pengembangan perikanan di Indonesia yaitu nelayan Indonesia masih bersifat nelayan tradisional sehingga masih terkait dengan cuaca dan waktu tertentu untuk melaut, alat-alat penangkapan ikan yang dipakai masih relatif sederhana, hasil tangkapannya pribadi dijual alasannya yakni tidak mempunyai mesin pengawet, dan para peternak ikan darat masih menggantungkan usahanya pada pabrik, contohnya untuk penyediaan pakan dan obat-obatan.

Usaha untuk Meningkatkan Hasil Produksi Pertanian
1. Intensifikasi pertanian, yaitu perjuangan peningkatan produksi pertanian tanpa melaksanakan ekspansi lahan.
2. Ekstensifikasi pertanian, yaitu perjuangan peningkatan produksi pertanian dengan ekspansi lahan.
3. Diversifikasi pertanian, yaitu perjuangan peningkatan produksi pertanian dengan cara penganekaragaman jenis tanaman dalam satu areal.
4. Mekanisasi pertanian, yaitu perjuangan peningkatan produksi pertanian dengan memakai mesin-mesin pertanian modern.

Komentar