Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Pengertian Identifikasi, Simpati Dan Empati

Identifikasi merupakan kecenderungan atau cita-cita seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain (meniru secara keseluruhan). Identifikasi sifatnya lebih mendalam dibandingkan imitasi alasannya dalam proses identifikasi, kepribadian seseorang sanggup terbentuk. Orang melaksanakan proses identifikasi alasannya seringkali memerlukan tipe ideal tertentu dalam hidupnya. Contoh identifikasi terdapat pada seorang anak yang mengidolakan ayahnya. Ia berusaha mengidentifikasi dirinya menyerupai ayahnya alasannya sikap, perilaku, dan nilai yang dimiliki oleh ayahnya merupakan tipe yang ideal dan sanggup berkhasiat sebagai penuntun hidupnya.

Proses identifikasi sanggup berlangsung secara sengaja dan tidak sengaja. Meskipun tanpa sengaja, orang yang mengidentifikasi tersebut benar-benar mengenal orang yang ia identifikasi sehingga sikap atau pandangan yang diidentifikasi benar-benar meresap ke dalam jiwanya. Contoh, biasanya pemain badminton bau kencur punya pemain idola. Setiap idolanya bertanding, ia akan mengamati secara cermat bagaimana gaya dan taktik bermain idolanya tersebut. Kemudian ia menjiplak dan yakin sanggup menjadi menyerupai idolanya.

Simpati
Simpati merupakan suatu proses di mana seseorang merasa tertarik kepada pihak lain. Melalui proses simpati, orang merasa dirinya seperti berada dalam keadaan orang lain dan mencicipi apa yang dialami, dipikirkan, atau dirasakan orang lain tersebut. Dalam proses ini, perasaan memegang peranan penting walaupun alasan utamanya yaitu rasa ingin memahami dan bekerja sama dengan orang lain. Contoh, dikala ada tetangga yang sedang tertimpa musibah, kita ikut mencicipi kesedihannya dan berusaha untuk membantunya. Pada umumnya, simpati lebih banyak terlihat pada relasi teman sebaya, relasi ketetanggaan, atau relasi pekerjaan.

Empati
Empati merupakan simpati mendalam yang sanggup menghipnotis kejiwaan dan fisik seseorang. Contohnya, seorang ibu akan merasa kesepian dikala anaknya yang bersekolah di luar kota. Ia selalu rindu dan memikirkan anaknya tersebut sehingga jatuh sakit. Contoh lain, seorang laki-laki gres saja menjenguk keluarganya yang mengalami kecelakaan. Orang tersebut kemudian jatuh sakit alasannya selalu membayangkan dan memikirkan bencana yang menimpa keluarganya.

Faktor-faktor yang diuraikan di atas (imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati) merupakan faktor minimal yang menjadi dasar proses interaksi sosial. Simpati, empati, dan identifikasi lebih dalam pengaruhnya, namun prosesnya agak lambat kalau dibandingkan dengan sugesti dan imitasi. Sugesti dan imitasi pengaruhnya kurang mendalam, namun prosesnya berlangsung cepat. Kelima faktor tersebut, cenderung berasal dari satu pihak individu atau bersifat psikologis.

Komentar