Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Bentuk Kerusakan Sumber Daya Alam
Bentuk kerusakan sumber daya alam, antara lain sebagai berikut
a. Lahan Kritis
Lahan kritis berupa lahan tandus yang unsur haranya sangat kurang. Lahan kritis disebabkan oleh penggunaan tanah yang tidak sesuai dengan kemarnpuan dan teladan tanam yang tidak tepat. Lahan kritis sanggup pula disebabkan oleh pencemaran limbah industri ke dalam tanah. Ciri-ciri lahan kritis, antara lain sebagai berikut:
1) lapisan-lapisan tanah produktif habis tererosi dan kesuburan tanah sangat rendah,
2) penutupan lahan oleh vegetasi sangat kurang,
3) kemiringan lahan umumnya dari berbukit hingga lebih dari 30%. Lahan kritis di Indonesia, antara lain daerah Gunung Kidul (Yogyakarta) dan DAS Hulu Cimanuk (Jawa Barat).
b. Pencemaran udara
Pencemaran udara disebabkan oleh gas buangan dari sisa pembakaran industri, dan kendaraan bermotor. Gas buangan tersebut, ialah karbon monoksida (CO). Makin usang gas ini terkonsentrasi di atmosfer dan makin tebal, sanggup mengganggu sinar matahari masuk ke permukaan bumi. Akibatnya, terjadi perubahan unsur iklim dan cuaca, serta curah hujan dan suhu yang tidak menentu, yang akan mengganggu semua kehidupan di permukaan bumi.
c. Perubahan Iklim Global
Perubahan iklim global disebabkan oleh bocornya lapisan ozon sehingga sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari eksklusif masuk ke atmosfer bumi tanpa disaring terlebih dulu oleh ozon di stratosfer. Akibatnya, terjadi pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim. Pemanasan global diikuti oleh rangkaian kejadian-kejadian klimatologis lainnya, yaitu kenaikan suhu yang menimbulkan proses pencairan lapisan es di kutub dan kenaikan muka air bahari yang menimbulkan tanda-tanda transgresional (penaikan muka air laut) bertambah luas. Selain itu, jumlah penguapan air ke atmosfer meningkat sehingga jumlah curah hujan rata-rata di tiap daerah menjadi di atas normal. Akibatnya, daerah banjir bertambah luas. Di lain pihak, meluas pula daerah yang mengalami kekeringan.
d. Pencemaran Air
Pencemaran air, baik berupa pencemaran sungai, danau, ataupun laut. Polusi disebabkan adanya zat-zat beracun yang berasal dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, sampah, sisa-sisa pestisida, dan pengambilan ikan memakai potas atau materi peledak. Selain itu, sumber daya bahari sering terkotori oleh tumpahan minyak dari kapal-kapal tanker sehingga banyak organisme bahari yang mati.
e. Bahang Kota
Bahang kota ialah peningkatan suhu di daerah perkotaan akhir kenaikan gas karbondioksida, baik dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik, bertambah banyaknya jumlah penduduk ataupun sebab-sebab lainnya.
f. Kerusakan Hutan
Kerusakan hutan disebabkan oleh penebangan hutan yang terus-menerus tanpa penanaman kembali. Penebangan hutan liar dan kebakaran hutan menimbulkan pengurangan wilayah hutan yang eksklusif mempengaruhi hal-hal sebagai berikut:
1) penurunan hasil hutan,
2) penurunan kualitas dan kuantitas air tanah,
3) peningkatan abrasi tanah, dan
4) penurunan kesuburan tanah.
g. Kerusakan lantaran Peristiwa Alam
Kerusakan lantaran kejadian alam, contohnya oleh banjir, kemarau panjang, gempa bumi, angin topan, dan gunung api.
a. Lahan Kritis
Lahan kritis berupa lahan tandus yang unsur haranya sangat kurang. Lahan kritis disebabkan oleh penggunaan tanah yang tidak sesuai dengan kemarnpuan dan teladan tanam yang tidak tepat. Lahan kritis sanggup pula disebabkan oleh pencemaran limbah industri ke dalam tanah. Ciri-ciri lahan kritis, antara lain sebagai berikut:
1) lapisan-lapisan tanah produktif habis tererosi dan kesuburan tanah sangat rendah,
2) penutupan lahan oleh vegetasi sangat kurang,
3) kemiringan lahan umumnya dari berbukit hingga lebih dari 30%. Lahan kritis di Indonesia, antara lain daerah Gunung Kidul (Yogyakarta) dan DAS Hulu Cimanuk (Jawa Barat).
b. Pencemaran udara
Pencemaran udara disebabkan oleh gas buangan dari sisa pembakaran industri, dan kendaraan bermotor. Gas buangan tersebut, ialah karbon monoksida (CO). Makin usang gas ini terkonsentrasi di atmosfer dan makin tebal, sanggup mengganggu sinar matahari masuk ke permukaan bumi. Akibatnya, terjadi perubahan unsur iklim dan cuaca, serta curah hujan dan suhu yang tidak menentu, yang akan mengganggu semua kehidupan di permukaan bumi.
c. Perubahan Iklim Global
Perubahan iklim global disebabkan oleh bocornya lapisan ozon sehingga sinar ultraviolet yang dipancarkan matahari eksklusif masuk ke atmosfer bumi tanpa disaring terlebih dulu oleh ozon di stratosfer. Akibatnya, terjadi pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim. Pemanasan global diikuti oleh rangkaian kejadian-kejadian klimatologis lainnya, yaitu kenaikan suhu yang menimbulkan proses pencairan lapisan es di kutub dan kenaikan muka air bahari yang menimbulkan tanda-tanda transgresional (penaikan muka air laut) bertambah luas. Selain itu, jumlah penguapan air ke atmosfer meningkat sehingga jumlah curah hujan rata-rata di tiap daerah menjadi di atas normal. Akibatnya, daerah banjir bertambah luas. Di lain pihak, meluas pula daerah yang mengalami kekeringan.
d. Pencemaran Air
Pencemaran air, baik berupa pencemaran sungai, danau, ataupun laut. Polusi disebabkan adanya zat-zat beracun yang berasal dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, sampah, sisa-sisa pestisida, dan pengambilan ikan memakai potas atau materi peledak. Selain itu, sumber daya bahari sering terkotori oleh tumpahan minyak dari kapal-kapal tanker sehingga banyak organisme bahari yang mati.
e. Bahang Kota
Bahang kota ialah peningkatan suhu di daerah perkotaan akhir kenaikan gas karbondioksida, baik dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik, bertambah banyaknya jumlah penduduk ataupun sebab-sebab lainnya.
f. Kerusakan Hutan
Kerusakan hutan disebabkan oleh penebangan hutan yang terus-menerus tanpa penanaman kembali. Penebangan hutan liar dan kebakaran hutan menimbulkan pengurangan wilayah hutan yang eksklusif mempengaruhi hal-hal sebagai berikut:
1) penurunan hasil hutan,
2) penurunan kualitas dan kuantitas air tanah,
3) peningkatan abrasi tanah, dan
4) penurunan kesuburan tanah.
g. Kerusakan lantaran Peristiwa Alam
Kerusakan lantaran kejadian alam, contohnya oleh banjir, kemarau panjang, gempa bumi, angin topan, dan gunung api.
Komentar
Posting Komentar