Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Tugas Sosiolog

Sebagai mahir ilmu kemasyarakatan, para sosiolog tentu sangat berperan dalam membangun masyarakat di suatu daerah, terutama di tempat yang sedang berkembang. Bentuk-bentuk tugas para mahir tersebut sanggup kita gambarkan sebagai berikut.

1. Sosiolog sebagai mahir riset
Seperti semua ilmuwan lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Untuk itu, para sosiolog melaksanakan riset ilmiah untuk mencari data perihal kehidupan sosial suatu masyarakat. Data itu lalu diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berkhasiat bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat.

Dalam kaitan dengan hal ini, seorang sosiolog harus bisa menjernihkan banyak sekali anggapan keliru yang berkembang dalam masyarakat. Dari hasil penelitiannya, sosiolog harus sanggup menghadirkan kebenaran-kebenaran supaya dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam masyarakat sanggup dihindari. Berdasarkan hal itu pula, seorang sosiolog bisa menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada pola-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi.

2. Sosiolog sebagai konsultan kebijakan
Ramalan sosiologi sanggup pula membantu memperkirakan efek kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap keputusan kebijakan sosial ialah suatu ramalan. Artinya, kebijakan diambil dengan suatu cita-cita menghasilkan efek atau dampak yang diinginkan. Namun, sering terjadi bahwa kebijakan yang diambil tidak memenuhi cita-cita tersebut. Salah satu faktornya ialah ketidakakuratan kesimpulan atau dugaan yang salah terhadap permasalahannya. Contohnya, apakah kebijakan pemerintah dalam menggusur pemukiman kumuh di bantaran sungai bisa mengurangi resiko banjir? Apakah penutupan lokalisasi pelacuran dan menggantinya dengan sentra aktivitas keagamaan bisa menghilangkan pelacuran?

3. Sosiolog sebagai teknisi
Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan aktivitas masyarakat. Mereka memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian banyak sekali dilema hubungan masyarakat, hubungan antarkaryawan, dilema moral, maupun hubungan antarkelompok dalam suatu organisasi.

Dalam kedudukan ibarat ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuwan terapan (applied scientist). Mereka dituntut untuk memakai pengetahuan ilmiahnya dalam mencari nilai-nilai tertentu, ibarat efisiensi kerja atau efektivitas suatu agenda atau aktivitas masyarakat.

4. Sosiolog sebagai guru atau pendidik
Dalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan objektif. Contohnya, dalam menyajikan data perihal dilema kemiskinan, seorang sosiolog dilarang membuat anggapan sebagai pendukung suatu proyek atau aktivitas tertentu atau mengubahnya sehingga terkesan reformis, konservatif, dan sebagainya.

Sosiolog sanggup menyajikan contoh-contoh kasatmata perihal bagaimana keterlibatan mereka dalam pemecahan dilema sosial. Keterlibatan mereka dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bersifat membangun serta mengatakan apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut.

Komentar