Jual Tanah Kavling Murah Di Bekasi Pengertian Akulturasi, Asimilasi, Inovasi, Dan Difusi

Telah kita ketahui bahwa insan ialah makhluk yang dinamis. Manusia sering berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat lainnya. Mereka sering kali melaksanakan perpindahan (migrasi) alasannya ialah adanya bahaya alam atau alasannya ialah kebutuhan mencari materi makanan. Nenek moyang bangsa Indonesia misalnya, bermigrasi dari Yunan melalui Cina, Teluk Tonkin, Vietnam, Semenanjung Malaya, sampai Indonesia.

Perpindahan suku bangsa menyerupai ini mengakibatkan terjadinya pertemuan antarkelompok insan dengan kebudayaan yang berbeda-beda. Akibatnya, individu dalam kelompok itu dihadapkan dengan unsur kebudayaan para pendatang tersebut. Interaksi antarindividu yang berbeda kebudayaan ini mengakibatkan masing-masing individu mengalami proses sosial tertentu, salah satunya ialah proses akulturasi.

Akulturasi ialah proses sosial yang timbul saat suatu kelompok insan dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan abnormal itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa mengakibatkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.

Asimilasi
Proses sosial lain yang terjadi akhir penyebaran kebudayaan yang berbeda ialah asimilasi. Asimilasi dalam masyarakat terjadi saat banyak sekali kelompok insan dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda berinteraksi secara intensif dalam waktu yang lama. Akibatnya, kebudayaan dari kelompok-kelompok insan itu berubah sifat dan unsur-unsurnya sehingga menjadi kebudayaan campuran.

Proses asimilasi umumnya terjadi apabila ada perilaku terbuka dari masyarakat yang berbeda kebudayaan tersebut. Artinya, harus ada perilaku untuk mendapatkan unsur-unsur kebudayaan yang lain itu. Tanpa perilaku menyerupai itu, sebesar apapun intensitas interaksi antarkelompok tersebut, proses asimilasi tidak akan berlangsung.

Inovasi
Proses sosial lain yang sanggup terjadi dalam masyarakat ialah inovasi. Inovasi ialah sebuah proses pembaruan dalam unsur kebudayaan masyarakat, yakni teknologi. Inovasi berarti penemuan gres dalam teknologi manusia.

Umumnya, penemuan dibedakan atas penemuan yang terjadi alasannya ialah sengaja (invention) dan penemuan yang terjadi tanpa sengaja (discovery). Invention ialah proses munculnya suatu unsur kebudayaan gres dari kombinasi unsur-unsur kebudayaan usang yang telah ada dalam masyarakat. Discovery ialah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat ataupun gagasan. Discovery sanggup menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima, dan memanfaatkan hasil penemuan tersebut.

Inovasi sanggup mengakibatkan perubahan pada bidang-bidang lain dalam masyarakat. Inovasi sanggup mengakibatkan perubahan-perubahan pada sistem kemasyarakatan. Contoh, penemuan dalam bidang teknologi pertanian tentu akan mempengaruhi teknik atau cara para petani mengolah pertaniannya.

Difusi
Proses sosial lain yang sanggup timbul akhir penyebaran kebudayaan masyarakat ialah difusi. Difusi ialah proses penyebaran kebudayaan dari satu kawasan ke kawasan lain yang terjadi secara pribadi atau tidak langsung. Difusi sanggup terjadi dalam satu kelompok masyarakat (intra society diffusion) atau antarkelompok masyarakat (inter society diffusion).

Difusi dalam satu kelompok masyarakat sanggup terjadi jika:
1. adanya ratifikasi dari masyarakat bahwa unsur gres tersebut berguna;
2. tidak adanya unsur kebudayaan orisinil yang menimbulkan penolakan masyarakat terhadap kebudayaan baru;
3. unsur kebudayaan gres tidak bertentangan dengan kebudayaan lama;
4. masyarakat mempunyai peranan sosial yang bersifat mendukung penerimaan dan pengembangan kebudayaan baru; dan
5. pemimpin masyarakat tersebut sanggup membatasi proses difusi.

Difusi antarmasyarakat dipengaruhi sanggup terjadi jika:
1. ada kontak antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain;
2. masyarakat bisa mendemonstrasikan manfaat penemuan gres tersebut;
3. masyarakat mengakui kegunaan penemuan gres tersebut;
4. tidak ada unsur kebudayaan lain yang menyaingi unsur penemuan gres tersebut;
5. masyarakat berperan dalam mengembangkan penemuan gres tersebut; dan
6. ada paksaan untuk mendapatkan unsur gres tersebut.

Proses difusi ini sanggup berlangsung secara tenang (penetration pasifique), atau secara paksa (penetration violence). Contoh difusi secara tenang ialah masuknya kebudayaan Hindu ke Indonesia. Contoh difusi secara paksa ialah masuknya kebudayaan Barat pada masa penjajahan Belanda.

Komentar